Minggu, 22 Oktober 2017 09:49 WIB

Ideologi Pemersatu Bangsa, Italia Contoh Nilai-nilai Pancasila

Oleh : Adit Fahlevi | Kamis, 12 Oktober 2017



Sebarr.com, Jakarta - Pemerintah Italia menyebut bahwa nilai-nilai Pancasila yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat dijadikan contoh proses integrasi berbangsa di Italia.

Hal itu terungkap dalam Dialog Lintas Keyakinan (Interfaith Dialogue) kedua negara, yang diadakan di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia, Roma, seperti disampaikan Counsellor Fungsi Penerangan KBRI Roma Charles F Hutapea kepada Antara London, Kamis (12/10/2017).

Diskusi dengan tema "Pluralism and Integration in Indonesian and Italian Societies: Perspective, Opportunities, Challenges" itu diikuti lebih dari 50 peserta, yang terdiri akademisi, pejabat kementerian, serta aktivis HAM dan integrasi sosial budaya Italia. Hadir pula Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani dan Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan Agus Sriyono.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kemlu RI Cecep Herawan dalam keynote speech-nya menyebutkan bahwa Indonesia dan Italia memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya mempromosikan dialog lintas keyakinan, utamanya di tengah meningkatnya intensitas isu terorisme, ekstremisme, dan radikalisme.

Dikatakannya, Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat untuk mempromosikan dialog lintas keyakinan dengan mengedepankan pendekatan sosial budaya melalui pemberdayaan para pemangku kepentingan, khususnya pemuka agama, tokoh nasional, akademisi, serta generasi muda.

Sementara itu, Azyumardi Azra dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu pembicara dari Indonesia mengatakan kelima sila Pancasila menegaskan politics of recognition atau prinsip penerimaan terhadap siapapun yang menjadi bagian bangsa.

Hal tersebut pun diamini Presiden Comunita Religiosa Islamica Italia (COREIS) Imam Yahya Pallavicini, yang menyebutkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan dalam proses integrasi masyarakat Italia.

Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mengedepankan keterlibatan kaum muda juga menjadikan proses tersebut berjalan lebih efektif dalam jangka panjangnya.

Isu integrasi saat ini memang tengah mengemuka di Italia. Dengan angka penerimaan pengungsi dan pencari suaka tertinggi di Uni Eropa, Pemerintah Italia memandang penting adanya proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dan penduduk setempat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Indonesian Consortium for Religious Studies Universitas Gadjah Mada Siti Syamsiyatun menambahkan, keberhasilan harmonisasi masyarakat tersebut sangat ditunjang pula oleh kearifan beradaptasi dengan nilai-nilai setempat.

Selain tokoh dialog lintas keyakinan, panel diskusi juga diisi oleh Alberto Quattrucci dari Komunitas Sant’Egidio Italia dan Marta Matscher dari Divisi Kebijakan Penanganan Migran dan Pencari Suaka Kementerian Dalam Negeri Italia.

Sebelumnya, mengawali Dialog Lintas Keyakinan, Dirjen IDP Kemlu RI Cecep Herawan didampingi Dubes Esti Andayani mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal Isu-isu Global Kemlu Italia Massimo Gaiani.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menuangkan kerja sama lintas keyakinan Indonesia-Italia dalam kegiatan konkret, antara lain melalui pertukaran akademisi, pemuda, serta tokoh agama kedua negara, di samping intensifikasi kerja sama global lainnya. (Ant)


#Pancasila

Komentar