Minggu, 22 Oktober 2017 09:38 WIB

#ISIS,

'Janda Putih' Perekrut Kader ISIS Tewas Digempur Drone di Suriah

Kabar kematian Jones dilaporkan oleh surat kabar Inggris, The Sun, dan dilansir Reuters, Kamis (12/10/2017).

Oleh : Bowo Santoso | Kamis, 12 Oktober 2017



Sebarr.com, London - Sally Jones, wanita asal Inggris yang terafiliasi kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Suriah. Wanita yang berperan penting di ISIS dalam merekrut kader itu tewas bersama putranya yang berusia 12 tahun.

Kabar kematian Jones dilaporkan oleh surat kabar Inggris, The Sun, dan dilansir Reuters, Kamis (12/10/2017). Wanita berusia 50 tahun itu dilaporkan tewas dalam serangan drone Amerika Serikat pada Juni lalu. The Sun mengutip keterangan sumber intelijen Inggris yang telah mendapatkan informasi dari intelijen AS.

Menurut sumber intelijen Inggris yang dikutip The Sun, Jones dan putranya tewas dalam serangan drone Predator milik Amerika Serikat di wilayah perbatasan Suriah dekat Irak. Saat itu Jones berupaya melarikan diri dari kota Raqqa, markas ISIS di Suriah.

Menurut sumber intelijen Inggris itu, direktur intelijen Amerika Serikat mengakui tidak bisa memastikan 100 persen bahwa Jones tewas karena tidak mungkin mencari sampel DNA-nya secara langsung di lapangan. Namun otoritas intelijen Amerika Serikar 'meyakini' Jones telah tewas.

Putra Jones yang bernama Jojo dipastikan juga tewas dalam serangan drone yang sama. Meskipun disebut oleh The Sun, keberadaan Jojo tidak diketahui otoritas militer Amerika Serikat saat melancarkan serangan drone. Jojo tidak ikut menjadi target dalam serangan itu.

Jones yang seorang mualaf dari Chatham, Kent, Inggris ini pergi ke Suriah tahun 2013 dan menikah dengan militan ISIS bernama Junaid Hussain, yang juga berasal dari Inggris. Hussain yang dijuluki 'pejihad siber terkemuka' tewas dalam serangan drone AS di Suriah tahun 2015 lalu.

Tewasnya Hussain membuat Jones dijuluki sebagai 'Janda Putih' oleh media-media Inggris. Dia terus aktif sebagai anggota ISIS dengan perannya sebagai perekrut militan secara online. Terkadang Jones memposting pesan propaganda ISIS di media sosial, termasuk foto dirinya memakai pakaian biarawati yang sedang menodongkan pistol ke arah kamera.

Saat masih tinggal di Inggris, Jones dikenal sebagai ibu dari dua anak dan mantan penyanyi punk. Setelah bergabung dengan ISIS, dia bertugas memimpin sayap pasukan wanita pada batalion militan asing ISIS. Tujuannya adalah menyerang Eropa dan Amerika.

Nama Jones masuk dalam daftar 'Target Bernilai Tinggi' yang harus dibunuh. Intelijen Amerika Serikat menyalahkan Jones karena menyebarkan daftar berisi 1.300 personel militer AS ke publik dan meminta militan serta pendukung ISIS menyerang mereka.

Bersama suaminya, Jones merencanakan serangkaian serangan teror ISIS di tiga benua berbeda. Serangan itu termasuk rencana meledakkan bom di jalanan yang dilalui Ratu Inggris Elisabeth II dan Pangeran Philip di London saat perayaan VJ day -- menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II -- dua tahun lalu. Tahun 2016, Jones dituding menyerukan wanita-wanita di Inggris untuk melakukan serangan teror saat bulan suci Ramadan.

Jones menjadi warga Inggris keenam yang tewas di Suriah dalam serangan drone. Selain dia terdapat militan ISIS lainnya seperti Reyaad Khan, Ruhul Amin, dan algojo ISIS Mohammed Emwazi alias 'Jihadi John' yang sama-sama tewas pada tahun 2015.


Fokus : #ISIS


#ISIS #Suriah #Sally Jones

Komentar