Selasa, 12 Desember 2017 00:06 WIB

Gempa Lembata Paksa Ribuan Orang Jadi Pengungsi

Oleh : Wisnu | Kamis, 12 Oktober 2017


Ilustrasi gempa

Sebarr.com, Kupang - Ribuan warga Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terpaksa mengungsi pascagempa yang melanda selama beberapa hari terakhir akibat aktivitas gunung Ile Lewotolok.

"Jumlahnya saat ini sudah bertambah menjadi 2.172 jiwa setelah sebelumnya pada Rabu (12/10) kemarin jumlahnya hanya mencapai 1.000 jiwa," kata Sekretaris Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa Lembata, Frans Dangku, saat dihubungi dari Kupang, Kamis (12/10/2017).

Jumlah pengungsi terdiri dari 735 laki-laki, 948 perempuan dan tersebar di lima titik pengungsian yakni Di Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape di Desa Laranwutun, Kota Lewoleba dan Kedang.

Para pengungsi itu berasal dari 10 Desa, yakni Desa Napasabok, 559 jiwa, Desa Lamagute 351 Jiwa, Desa Waimatan 436 jiwa, Desa Lamawolo 289 jiwa, Desa Jontona 12 jiwa, Desa Lamatokan 24 jiwa, BungaMuda 126 jiwa, Desa Lamawara 363 jiwa, Desa Aulesa 12 jiwa.

"Saat ini para pengungsi itu tersebar di lima titik yakni Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape, Kota Lewoleba dan Kedang dan Desa Todanara," kata Frans, dilansir antaranews.

Saat ini dari data yang diperoleh di lapangan kerusakan infrastruktur terparah terjadi di enam desa yakni Desa Napasabok, Sekolah SDK rusak ringan, satu gereja rusak ringan, Talud sepanjang 150 Meter rusak berat, tujuh unit rumh warga rusak ringan, 16 rumah rusak berat.

Di Desa Waimatan, terjadi longsor dan jalan retak sepanjang dua kilometer, dua unit WC rusak berat, layanan transportasi lumpuh total. Sementara semua rumah penduduk rusak ringan di Desa Lamatokan, sebuah Polindes Rusak berat di Desa Aulesa, serta satu unit SDK rusak ringan dan satu unit gardu listrik rusak berat

Sementara itu, Pengamat Gunung Ile Ape Lewotolok di Pos Pemantau Gunung Desa Laranwutun, Petrus Tupa Taran menjelaskan, gempa tektonik yang terus menerus mengguncang Lembata hampir sepekan belakangan, berpengaruh pada aktivitas kegempaan vulkanis gunung Ile Lewotolok.

Data yang direkam sejak tanggal 11 oktober menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, tetapi sampai saat ini status gunung masih di level II, Waspada.

Masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok dan pengunjung, pendaki atau wisatawan diimbau agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak.

 


#Gempa lembata #Gunung Ile Lewotolok

Komentar