Rabu, 22 November 2017 23:12 WIB

Burhanuddin: Projo Harus Kerja Keras ''Muluskan'' Jokowi di Pilpres 2019

Oleh : Adit Fahlevi | Jumat, 20 Oktober 2017


Burhanuddin Muhtadi dalam Diskusi NGOPI PROJO dangan Tema SIAPA WAPRES JOKOWI 2019

Sebarr.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan elektabilitas Presiden Joko Widodo (jokowi) saat ini menempati posisi teratas dengan memperoleh 47 persen. Namun, posisi Jokowi masih belum aman.

Pasalnya, Jokowi harus merebut suara di kantong-kantong pemilih muslim terutama di Sumatera dan Jawa bagian Barat.

"Kalau potret hari ini elektabilitas di bawah 50% itu belum aman. Apalagi di kalangan pemilih muslim belum sampai 50%," kata Burhanuddin, dalam acara diskusi yang bertajuk Siapa Wapres Jokowi 2019? dan digelar oleh Ormas Pro Jokowi (PROJO) di Warung Solo, Kemang, Jakarta Selatan pada, Jumat, 20 Oktober 2019.

Segmen pemilih Muslim, ungkap lulusan UIN Jakarta ini, umumnya berasal dari kantong partai-partai Islam dalam Pemilu 1955. Jumlah pemilih tersebut mencakup 42% penduduk Indonesia.

"Kalau di basis Partai Masyumi, Pak Jokowi masih berat sampai sekarang terutama di Sumatra dan Jawa Barat, Banten. Sedangkan di daerah Nahdlatul Ulama, Pak Jokowi aman," ujarnya.

Selanjutnya, Kata Burhanuddin, posisi wapres juga sangat berpengaruh untuk menentukan kesuksesan Jokowi di Pilpres 2019.

"Kalau dilihat dari survei hari ini pak Gatot memang potensial menjadi senjata rahasia Jokowi," jelas Burhanuddin.

Hasil survei Indikator Politik sebelumnya, mencatat ada tiga nama yang dinilai publik paling layak menjadi pendamping Jokowi pada pilpres 2019. Ketiga nama tersebut adalah Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani Indrawati dan Tito Karnavian.

Menurut Burhanuddin, sosok wakil presiden yang dipilih oleh Jokowi nanti sangat menentukan kemenangannya. Dibandingkan Ahok, nama Gatot lebih pas karena para pemilih Ahok sebenarnya sama dengan para pemilih Jokowi.

Nama Gatot pun dianggap tepat karena elektabilitasnya termasuk tinggi. Selain itu, kata Burhanuddin, para pemilih Gatot berasal dari kantong suara yang sama sekali berbeda dengan basis pemilih Jokowi.

"Karena suara Gatot dari sisi elektabilitas, demografi dan pilihan politik lebih besar peluangnya mengrogoti basis suara Prabowo. Terutama mereka yang di 2014 tidak memilih pak Jokowi," uajr Burhanuddin.

Kendati demikian, peranan organisasi atau relawan juga sangat berpengaruh untuk mempertahankan dan memenangkan presiden Jokowi.

"Dalam hal ini, PROJO harus kerja keras. Ini menjadi salah satu tugas PROJO yang dikenal militansinya sebagai relawan Jokowi untuk memenangkan Jokowi 2019," tandasnya.

 


#PROJO #Budi Arie Setiadi #Burhanuddin Muhtadi

Komentar