Rabu, 22 November 2017 23:11 WIB

Mendagri Perintahkan Anak Buahnya Telaah Diksi Pidato Anies

Oleh : Wisnu | Sabtu, 21 Oktober 2017


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Sebarr.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memerintahkan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) untuk mempelajari adakah pelanggaran dalam penggunaan diksi pribumi di pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Tjahjo, Ditjen Otda masih akan mendengar rekaman asli dan draft tertulis dari pidato Anies itu. Namun, Mendagri cukup mengapresiasi Anies yang telah melakukan klarifikasi.

Mendagri menegaskan kata pribumi telah dilarang untuk dipakai, mengingat sudah ada payung hukum melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 26 Tahun 1998.

Tjahjo menegaskan isu pribumi tak sepantasnya kembali dipakai, lantaran di negara lain juga, sudah banyak pemimpin yang bukan berasal dari pribumi asli.

"Di Indonesia hanya ada WNI dan WNA, kalau masih lihat WNI keturunan China atau Arab ya repot. Kedepan, kalimat itu harus dihilangkan," kata dia, dilansir dari kontan, Sabtu (21/10/2017).

Sebelumnya, pada saat menyampaikan pidato politik, Senin (16/10) malam, Anies sempat melontarkan kata pribumi dalam konteks pidatonya yang menceritakan sejarah panjang penjajahan di Indonesia.

Menurut Anies, berakhirnya penjajahan yang pernah terjadi di Jakarta selama ratusan tahun harus dijadikan momentum bagi pribumi melakukan pembangunan dan menjadi tuan rumah yang baik.


#Anies Baswedan #Mendagri #Pribumi # polemik pidato pribumi

Komentar