Skenario Awal Setnov Masuk RS Medika Pukul 21.00 WIB

RS Medika Permata Hijau tempat terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) saat mengalami kecelakaan tabrakan mobil November silam. Foto: Krimcom.id

Sebarr.com, Jakarta – KPK memegang bukti Fredrich Yunadi memesan kamar VIP di Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk mantan kliennya terdakwa Setya Novanto (Setnov) pada 16 November 2017, sebelum bekas Ketum Golkar itu dikabarkan mengalami tabrakan mobil pada malam harinya.

Tak hanya memesan kamar VIP, Fredrich berencana mem-booking satu lantai rumah sakit itu. KPK memiliki bukti Fredrich menelepon seorang dokter di rumah sakit itu dengan mengatakan kliennya akan dirawat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Padahal saat itu belum diketahui SN (Setnov) akan dirawat karena sakit apa,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers kemarin, dikutip Sebarr.com, Kamis (11/1/2018).

Keanehan lain ialah sesaat mengalami kecelakaan, Setnov tidak menjalani perawatan di IGD tetapi langsung masuk kamar VIP. Adapun dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diduga memanipulasi data medis Setnov.

READ  Polisi Cokok Pasangan Gay yang Diduga Sebarkan Video Porno

Kejanggalan-kejanggalan inilah yang membuat KPK menetapkan Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka. KPK menduga keduanya melakukan tindak pidana berupa merintangi atau menggagalkan penyidikan dalam perkara kasus korupsi proyek e-KTP.

Untuk diketahui, Setnov mengalami kecelakaan di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis malam 16 November silam sekitar pukul 19.00. Mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B-1732-ZLO, yang ditumpangi Setnov bersama kontributor Metro TV, Hilman Mattauch itu menabrak tiang listrik.

Dari situ Setnov langsung dibawa ke RS Sakit Permata Hijau. Adapun istri Setnov tiba di RS Medika sekitar Pukul 20.00 WIB dan langsung menemui suaminya di ruang perawatan.