Tidak Dapat Rekom Maju di Pilwakot, Wakil Wali Kota Madiun Mundur dari Demokrat

Armaya

Sebarr.com, Madiun – Wakil Wali kota Madiun Armaya secara resmi mengunduran diri dari struktural keanggotaan Partai Demokrat. Alasannya, tidak direkomendasikan DPP Partai Demokrat untuk maju sebagai calon wali kota pada Pilwali 2018 ini.

Armaya menuding adanya konspirasi tingkat tinggi di lingkup DPD dan DPP Demokrat, atas rekom Calon Wali kota yang jatuh ke Sekretaris Daerah kota Madiun Maidi.

“Kalau saya kecewa hanya lima menit setelah baca rekom kemarin, setelah itu biasa. Maka dari itu saya Armaya Wakil Wali kota Madiun menyatakan mengundurkan diri sebagai Sekretaris Demokrat, dan sekaligus keluar dari keanggotaan dari Partai Demokrat. Tidak mudah mengubah basis merah kota Madiun menjadi biru,” jelas Wakil Walikota Madiun Armaya yang juga Sekretaris DPC Partai Demokrat kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/01/2018).

READ  La Nyalla: Saya Dipalak Prabowo Rp40 M untuk Maju Pilkada Jatim

Alasan pengunduruan diri baik dari jabatan dan keanggotaan partai Demokrat kata Armaya ada 4 poin diantaranya, adanya desakan dari seluruh ketua ranting, militan dan pendukungnya. Para kader ranting kota Madiun menilai aspirasinya sudah tak dianggap oleh DPD dan DPP Partai Demokrat.

“Yang jelas ada 4 poin kenapa saya mundur dari Demokrat diantaranya para ketua ranting dan militan merasa kecewa tidak mengindahkahkan usulan DPC dan sekarang bersatu dengan merah,” beber Armaya.

Armaya juga menyinggung adanya perkawinan politik yang dipaksakan antara partai Demokrat dengan PDIP atas koalisi pendukungan calon wali kota dan calon wakil wali kota. Perkawinan paksa menurutnya pasti akan ada gejolak di masa Pemilu Legislatif tahun 2019 mendatang.

READ  Ini Daftar 'Jagoan PDIP' di Pilkada Serentak 2018

“Ini perkawinan paksa, lihat saja apa yang akan terjadi nanti siapa yang diuntungkan. Dampaknya lihat saja saat pileg 2019 nanti, saya jamin,” kata wakil wali kota Madiun.

Saat ini Armaya belum memikirkan akan mendukung calon siapa yang akan dia pilih pilkada nanti. Dirinya beralasan ingin fokus menuntaskan program pemerintahan “Baris” yang tinggal sisa 16 bulan kedepan.

“Saya belum memikirkan siapa pasangan yang akan saya pilih nanti. Saya masih fokus selesaikan tugas saya hingga 16 bulan ini,” tukasnya.

Dengan mencopot baju seragam Wakil Wali kota Armaya sengaja mempersiapkan kaos berkerah untuk menyatakan pengunduran dirinya di hadapan media.

Sebagaimana diketahui, saat ini partai Demokrat Kita Madiun telah berkoalisi dengan PDIP, PKB, PAN, dan PPP mendukung pasangan calon wali kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Maidi dan Inda Raya. Maidi adalah Sekretaris Daerah dan Inda Raya kader PDIP anak dari mantan Walikota Madiun Kokok Raya.