Interpol Buru Eks Dirut TPPI Honggo Wendratno

Eks Dirut TPPI Honggo Wendratno.

Sebarr.com, Jakarta – Bareskrim Polri meminta bantuan Interpol ikut memburu tersangka Honggo Wendratno, mantan Dirut PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) yang masih berada di luar negeri.

“Kami sudah kirim red notice-nya (ke Interpol),” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut Kabareskrim, Honggo yang belum juga ditemukan menjadi penghalang bagi penyidik untuk menyerahkan barang bukti dan tersangka atau ke Kejaksaan Agung.

Kejagung tetap meminta Bareskrim Polri menghadirkan tiga tersangka dugaan korupsi kondensat PT Trans Pasific Petrochemical Indotama yang merugikan keuangan negara 2,716 miliar dolar AS atau sekitar Rp38 triliun dalam pelimpahan tahap dua perkara tersebut.

READ  Mantan Pengawal Prabowo Tertembak, Polisi Akan Tindak Tegas Briptu R

“Jaksa penuntut umum menghendaki dihadirkannya tiga tersangka. Tapi baru dua tersangka yang siap diserahkan,” tegas jenderal bintang tiga itu.

Namun, penyidik Bareskrim baru menyanggupi untuk menyerahkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut yakni mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.

Kejagung sudah menyatakan berkas perkara kondensat sudah lengkap atau P21 setelah selama lebih dari dua tahun ditangani Bareskrim Polri. Kasus tersebut bermula saat PT TPPI ditunjuk oleh BP Migas untuk mengelola kondensat pada periode 2009 sampai 2011, tetapi ketika melaksanakan lifting pertama sekitar Mei 2009, itu belum ada kontraknya.

BP Migas juga melakukan penunjukan langsung penjualan minyak tanah/kondensat yang melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS 20/BP00000/2003-S0 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/kondensat Bagian Negara. Sedikitnya ada 6 pelanggaran hukum dari kasus ini dengan kerugian negara hasil dari audit BPK 2,716 miliar dolar AS.