Prabowo ‘Palak’ La Nyalla Rp40 M, Waketum Gerindra: Masih Kurang Sebetulnya

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattaliti

Sebarr.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyatakan wajar bila La Nyalla Mattalitti wajib menyediakan uang Rp40 miliar seperti diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk membayar saksi di TPS sebagai syarat tiket maju dalam Pilkada Jatim.

Menurut Arief, uang Rp40 miliar itu malah sebetulnya masih kurang jika memperhitungkan setiap saksi mendapat uang makan Rp 200 ribu seorang.

Arief menjabarkan jumlah TPS Pilgub Jatim yang tersebar di 38 kabupaten/kota total 68511 TPS dibutuhkan minimal 3 saksi untuk mengawal satu TPS. Andai uang makan saksi sebesar Rp200 ribu per orang, maka dibutuhkan 41 miliar.

Petinggi Gerindra itu menegaskan dalam memenangkan Pilkada kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS-TPS. Justru, lanjut dia, angka yang diminta kepada La Nyalla, kalau benar ada, maka angkanya masih kurang.

READ  PDIP DKI: Gaya Pencintraan Anies Adu Domba Warga

“Belum lagi saksi-saksi di tingkat PPS, PPK dan KPUD. Belum lagi untuk dana pelatihan saksi sebelum pencoblosan yaitu sebesar 100 ribu perorang/hari dan butuh 3 hari,” imbuh dia.

Artinya, lanjut Arief, masih dibutuhkan dana sebesar Rp20,5 miliar hingga total menjadi total Rp61,5 miliar.

“Kekurangan dana nantinya yang menanggung ya kader Partai Gerindra. Seperti pada Pilgub DKI Jakarta seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk bantu Anies-Sandi,” tandas Waketum Gerindra.

Kemarin, mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, mengungkapkan dirinya pernah dimintai uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan gubernur di Pilkada Jawa Timur. Alasan Prabowo adalah untuk pembayaran saksi.

READ  Gerindra: Masa Bawaslu Menindaklanjuti Sumpah Pocong

La Nyalla menceritakan, diberi surat tugas oleh Prabowo pada tanggal 9 Desember 2017 untuk mengumpulkan dukungan partai dalam pencalonan dirinya. Selain itu, dia juga diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi untuk seluruh TPS di Jawa Timur sebesar Rp40 miliar.

“Saya dimintai uang Rp40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan,” kata La Nyalla saat jumpa pers di Jakarta, Kamis 11 Januari 2018.

La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU.

Namun, kata La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum tanggal 20 Desember. Keberatan dengan permintaan Prabowo, La Nyalla mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

READ  Kapolri Larang Anggota Polisi Selfie

“Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan 300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita,” ujarnya.

La Nyalla juga menyatakan berhenti dari kader Gerindra, dan memastikan tidak akan mendukung Gerindra di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.