Perwira Ikut Pilkada Resmi Undur Diri

Jenderal Tito Karnavian

Sebarr.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku telah menerima surat pengunduran diri dari beberapa anggota Polri yang hendak mengikuti kontestasi PilkadaSerentak 2018.

“Ada (surat pengunduran diri) yang sudah masuk. Saya akan cek ke SDM,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, sesuai Peraturan Kapolri, bagi anggota Polri yang hendak mengikuti pemilihan kepala daerah maka harus mengundurkan diri dari institusi Polri.

“Sehingga ini lebih fair. Sambil proses pensiun, pekan lalu kami nonjob-kan. Kami harapkan tanggal 12 Februari saat penetapan paslon oleh KPU, mereka sudah pensiun,” terangnya.

Disebutkan Kapolri, ada 10 perwira yang akan mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2018, yang terdiri dari tiga perwira tinggi yang akan memperebutkan kursi pimpinan kepala daerah tingkat provinsi dan tujuh perwira menengah untuk kursi pimpinan kepala daerah kabupaten/kota.

READ  Kasus Hukum Semua Calon Pilkada Ditahan, Kecuali OTT

Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018, tiga jenderal dan tujuh perwira menengah tersebut telah dimutasi untuk dinonaktifkan karena hendak ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018.

Adapun tiga perwira tinggi tersebut adalah Irjen Pol Murad Ismail, Irjen Pol Safaruddin, dan Irjen Pol Anton Charliyan.

Dalam Pilkada Serentak 2018, Safaruddin diusung oleh PDI-P dan Partai Hanura sebagai bakal calon Wakil Gubernur Kaltim mendampingi Sekda Kaltim Rusmadi Wongso yang ditunjuk sebagai bakal cagub Kaltim.

Sementara Murad Ismail bersama Barnabas Orno diusung koalisi PDIP-PKB-Nasdem sebagai bakal cagub-cawagub Maluku.

Sedangkan Anton Charliyan diusung oleh PDI-P sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi TB Hasanuddin sebagai bakal calon gubernur untuk Jawa Barat. (ant)