Peneliti: Trah Sukarno yang Mengalir di Darah Puti Jadi Magnet Politik

Gus Ipul - Puti di antara para kepala daerah Jawa Timur, di Kantor DPD PDIP Jatim, Rabu, 10 Januari 2017. (Foto: farid/ngopibareng.id)

Sebarr.com, Jakarta – Peneliti senior Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, majunya Puti dalam Pilgub Jatim 2018, merupakan pertarungan PDIP dan nama besar Trah Soekarno.

“Majunya Puti bukan cuma pertaruhan PDIP tapi juga trah Sukarno,” kata Karyono Wibowo di Jakarta, Jumat (12/1/2018)

Pemilik nama Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Sukarno Putri ini dapat menjadi magnet politik dalam Pilgub Jawa Timur.

Menurut Karyono, Alam politik Indonesia masih menganut paternalisme. Dalam konteks Sukarno, ia masih dianggap sebagai patron politik yang ideal oleh sebagian masyarakat. Sehingga identifikasi nama Puti dengan Sukarno yang merupakan kakeknya menjadi semacam keniscayaan.

Karyono mengatakan identifikasi nama Sukarno dengan Puti dapat memberi efek ganda yang bersifat positif dan negatif. Di satu sisi, trah Sukarno yang mengalir di darah Puti bisa menjadi magnet politik untuk meraih dukungan publik di Jawa Timur.

READ  Ini si Panji, Pengemudi Ojek yang Rela Beli Tiket Rp. 1 Juta untuk Dukung Timnas Indonesia

Tak bisa dipungkuri Jawa Timur memiliki kedekatan historis maupun politis dengan Sukarno. Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur menjadi tempat kelahiran sekaligus penggembelengan Sukarno selaku politikus muda.

Sementara Blitar, tidak saja menjadi kota Sukarno menghabiskan masa kecil tapi juga menjadi tempat perisitirahatan terakhirnya.

Berangkat dari pandangan semacam itu, Karyono menilai kombinasi pasangan Gus Ipul dan Puti merupakan kombinasi tepat yang merepresentasikan kalangan nahdhliyin dan nasionalis. “Karena dua kekuatan besar bersatu dari pendiri bangsa. Satunya cicit KH Bisri Syansury pendiri NU, satunya lagi (Puti) cucu proklamator,” katanya.

“Ini akan cukup signifikan untuk mendulang suara.” tandasnya.