Modus Rekap Nilai, Guru Cabuli Tiga Siswa SMP 184

Sebarr.com, Jakarta – Polisi menetapkan guru olahraga berinisial AKN yang diduga mencabuli tiga siswa SMP Negeri 184 Pekayon, Jakarta Timur sebagai tersangka.

“Status pelaku sekarang sudah jadi tersangka,” ucap Kapolsek Pasar Rebo Kompol Joko Waluyo saat ditemui wartawan di Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (12/1/2018).

AKN ditangkap polisi pada 27 Desember 2018 atas dasar laporan salah satu orangtua siswa SMPN 184 terhadap tersangka pada 23 Desember 2017.

“Setelah ditangkap lalu ada dua laporan lagi dari orangtua siswa terkait masalah yang sama,” kata Joko.

Pihaknya mengembangkan kasus ini untuk mengetahui kemungkinan adanya korban selain tiga siswa tersebut.

Ia juga mengatakan, tersangka pada 31 Desember 2017 mengeluh sakit. Pihak Polres Pasar Rebo lalu membawa AKN ke RS Polri Kramatjati.

READ  Airlangga Hartarto Diatas Angin

“Informasinya dia sakit ginjal, tetapi nanti akan kita jemput karena sudah bisa dibawa untuk proses lanjutan,” ucap Joko.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 184 Abdul Rivai membenarkan adanya kabar penangkapan guru berinisial AKN terkait kasus dugaan pencabulan beberapa siswa di SMP tersebut.

Menurut dia, AKN mengajar di SMPN 184 dengan status kontrak kerja individu. AKN sedang diusulkan perpanjangan kontraknya menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri 184. Namun, akibat adanya masalah tersebut, usulan itu dicabut.

Selanjutnya, Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polsek Pasar Rebo Fitria Wijayanti membeberkan modus yang dilakukan AKN untuk melakukan pelecehan seksualnya.

“Pelaku mengajak korban menginap di rumahnya dengan alasan rekap nilai. Tapi ini dilakukan tanpa sepengetahuan pihak sekolah,” ucap Fitria Wijayanti, Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polsek Pasar Rebo, kepada Kompas.com, Jumat (12/1/2018).

READ  Kebijakan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Picu Kenaikan stok Ikan Nasional

Modus ini, lanjut Fitri, dilakukan kepada semua korbannya, tetapi dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Ketiga korban dicabuli saat diajak menginap di rumah guru tersebut.

“Jarak waktunya cukup jauh, tidak barengan. Ada yang dari tahun lalu, dan yang paling baru itu pada 19 Desember 2017 lalu,” ucap Fitria.

Fitria mengatakan sejauh ini AKN cukup koperatif dalam memberikan informasi dan mengakui perbuatannya.

Kasus ini terendus polisi sejak 24 Desember 2017 lalu setelah mendapat laporan dari salah satu orangtua korban. Akhirnya pada 27 Desember 2017 laku AK ditangkap polisi.

Saat ditahan polisi, AK sempat mengeluh sakit ginjal. Akhirnya dia sempat dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

READ  Banjir Jakarta, Jangan Salahkan Anies - Sandi, Berarti Salah Ahok, atau Salah Pilih

Namun, saat ini AK sudah selesai menjalani perawatan dan kembali mendekam di Rutan Mapolsek Pasar Rebo.