Dijebloskan KPK ke Bui, Fredrich: Semua Bohong

Fredrich Yunadi, bekas pengacara terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov). Foto:beritahati

Sebarr.com, Jakarta – KPK resmi menjebloskan bekas pengacara Setya Novanto (Setnov) Fredrich Yunadi usai menjalani pemeriksaan tersangka sejak semalam.

Fredrich keluar sekitar pukul 11.05 WIB dari gedung KPK Jakarta setelah ditangkap dan dibawa ke gedung itu pada sekitar pukul 00.05 WIB. Dia ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan (rutan) Jakarta Timur klas I cabang gedung KPK.

“Saya sebagai seorang advokat melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto, saya difitnah katanya melakukan pelanggaran,” kata Fredrich yang sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye saat keluar gedung KPK.

Fredrich mengaku bahwa ia merasa dibumihanguskan oleh KPK. Pengacara itu dengan tegas membantah melakukan skenario untuk menghalangi penyidikan Setnov dalam kasus KTP-E.

READ  Dituding Kelompok PKI, Polisi Segera Periksa Menristekdikti

“Sama sekali tidak ada, buktikan, itu permainan. Tidak ada itu sesuatu hal rangkaian itu namanya skenario ingin membumihanguskan, bohong semua,” kilah Fredrich, dikutip dari Antara, Sabtu (131/2018).

Pengacara yang pernah mengaku suka kemewahan itu juga sudah menyiapkan pengacara untuk membela dirinya. Fredrich juga mempertanyakan penangkapan terhadap dirinya.

“Yang jelas satu, sekarang ya saya baru tidak memenuhi surat panggilan pertama untuk datang jam 10, tetapi jam 8 (malam) sudah datang untuk paksa dijemput, belum sampai 24 jam. Penangkapan itu kan tidak bisa dilakukan, harus setelah dua kali panggilan, ini satu kali panggilan saja belum selesai,” tutur dia.

Untuk diketahui, Fredrich ditangkap sejak semalam dan tiba di gedung KPK pada Sabtu (13/1) dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dengan dikawal penyidik KPK Ambarita Damanik.

READ  Kasus e-KTP, KPK Garap Kader PKS

Dia tampak mengenakan kaos hitam, celana jeans dan sepatu hitam dengan hanya membawa secarik kertas turun dari mobil petugas KPK dan langsung menjalani pemeriksaan di dalam gedung KPK.