Deddy Mizwar: Prabowo Lagi Bokek

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Foto:Jawapos

Sebarr.com, Bandung – Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kini sedang dalam kondisi bokek di tengah memanasnya isu tudingan La Nyalla Mattalitti diminta mahar hingga ratusan miliar untuk maju dalam Pilgub Jatim.

Deddy yang kini maju sebagai Cagub Jabar didukung koalisi PPP, Golkar dan Demokrat itu mengungkapkan Prabowo memang sempat menyinggung soal uang saat ingin maju lewat dukungan Gerindra.

“Pak Prabowo bilang, sudah nggak punya uang. Tapi nggak berani minta,” kata Deddy, kepada wartawan di Bandung, kemarin, dikutip sebarr dari rakyatmerdeka, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Deddy, keluhan tidak punya uang itu disampaikan Prabowo dalam beberapa kali pertemuan. “Untuk pemilihan presiden, untuk pemilihan gubernur gak punya uang.Tapi (Prabowo) nggak minta,” ujar pria yang kini berpasangan dengan Dedi Mulyadi dari Golkar itu.

READ  Ganjar: Alhamdulillah Saya Enggak Gila!

Namun, Deddy mengaku tidak pernah diminta mahar saat mengikuti penjaringan cagub Partai Gerindra untuk Pilgub Jawa Barat. “Seperak aja nggak ada,” tegas pemeran film legendaris Jenderal Naga Bonar itu.

Isu bola panas mahar politik untuk Pilkada kini sedang menimpa Gerindra. Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattaliti mengaku telah menyetorkan sejumlah uang kepada pria inisial F agar mendapatkan surat rekomendasi cagub Jawa Timur dari Partai Gerindra. Sayangnya, La Nyalla tidak menyebut pria yang dimaksud dan jumlah uang yang telah disetor.

“Kenapa kita enggak direkomendasi juga. Daniel telfon orang Hambalang, ditanya (orang Hambalang) siapkan Rp170 (miliar), nanti akan langsung dibawa ke Prabowo langsung. PAN sudah beres,” beber La Nyalla dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

READ  Surat Setnov Tunjuk Azis Jadi Ketua DPR Bikin Malu Golkar

Bahkan, La Nyalla membeberkan dirinya pernah dimintai uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan gubernur di Pilkada Jawa Timur. Alasan Prabowo adalah untuk pembayaran saksi.

La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU.

Namun, kata La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum tanggal 20 Desember. Keberatan dengan permintaan Prabowo, La Nyalla mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

“Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan 300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita,” ujarnya.

READ  Bela Prabowo, Wapres JK: Saya Usulkan Anies Tanpa Mahar

La Nyalla juga menyatakan berhenti dari kader Gerindra, dan memastikan tidak akan mendukung Gerindra di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Mohon maaf saya orang bego kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra,” tandasnya.