OK Otrip Anies-Sandi Sepi Peminat

Sebarr.com, Jakarta – Program integrasi transportasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta OK Otrip yang digaungkan Anies-Sandi sejak kampanye masih sepi peminatnya.

Hal ini terlihat dari penjualan kartu OK Otrip sebagai syarat pemanfaatan program OK Otrip. Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Wibowo mengatakan hingga 12 Januari, penjualan kartu baru mencapai 2.155. Jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk ibukota yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 juta jiwa.

“Sampai 12 Januari 2018, penjualan kartu OK Otrip mencapai 2.155,” katanya, Sabtu (13/1/2018).

Kartu OK Otrip sudah diperkenalkan Anies sejak 14 Desember 2017 lalu. Peluncuran kartu tersebut dilakukan di Balaikota Jakarta bersama Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono.

READ  Potongan Sejarah Maritim Indonesia Dimakan Api, Apa yang Tersisa?

Hingga kini, PT Transjakarta terus menjual kartu di semua halte Transjakarta di seluruh koridor. Langkah ini dilakukan agar warga lebih mudah mendapatkan kartu tersebut. “Kartu OK Otrip dijual di semua halte Transjakarta,” imbuh Bowo.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan ujicoba program OK Otrip pada 15 Januari hingga 15 April mendatang. Dalam ujicoba tarif yang berlakukan Rp3.500 untuk sekali perjalan. Tarif tersebut lebih rendah dari tarif resmi yang nantinya akan diterapkan yakni sebesar Rp5.000 sekali jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan ujicoba dilakukan sebagai implementasi program juga sebagai sosialisasi kepada warga agar memanfaatkan OK Otrip. ” Ini implementasi sekaligus simulasi dan sosialisasi,” ujar Andri.

READ  Hati-Hati! Jalan Rasuna Said Banjir Sepinggang Orang Dewasa

Ujicoba program OK Otrip akan dilakukan di empat titik wilayah yakni Warakas, Duren Sawit, Jelambar, dan Lebak Bulus.