IPW Desak Satgas Anti Politik Uang Polri Periksa La Nyalla

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Foto: Net

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, menyebut, pengakuan La Nyalla perlu ditelusuri kebenarannya agar praktik politik uang di balik Pilkada Serentak 2018 bisa terbongkar.

Dia mengatakan penelusuran dapat dilakukan Satgas Anti Politik Uang yang baru saja dibentuk oleh Polri untuk memastikan Pilkada berlangsung bersih dan berkualitas

Neta mengingatkan jauh sebelum La Nyalla, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga mengaku pernah diminta dana sebesar Rp10 miliar untuk bisa memperoleh surat rekomendasi maju di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Hal ini perlu nendapat perhatian Satgas Anti Politik Uang Polri, praktik politik uang merupakan salah satu penyebab berkembangnya politik biaya tinggi dan maraknya korupsi yang melibatkan kepala daerah” Ungkap Neta dalam keterangan tertulis, Minggu, (14/01).

READ  Kompak Tinggalkan Prabowo, Kubu La Nyalla: Gerindra Partai Calo

Neta menilai Satgas antiPolitik Uang Polri perlu menggali keterangan dari La Nyalla atas pengakuannya tersebut.

Kasus La Nyalla dapat menjadi momentum bagi Polri untuk memantau, memburu, dan menciduk para pelaku politik uang di balik Pilkada 2018.

Sehingga keberadaan Satgas antiPolitik Uang Polri benar benar nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebaliknya jika pengakuan adanya politik uang tidak benar, maka pihak yang merasa dirugikan dapat mengklarifikasi hingga melaporkannya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sebelumnya La Nyalla kepada wartawan, mengaku ditanyakan kesanggupannya untuk menyediakan dana Rp40 miliar guna membayar saksi pilkada, jika mau menerima rekomendasi dari Gerindra sebagai calon kepala daerah di Jawa Timur.

READ  Khofifah Mundur, Jokowi: Reshuffle, Nanti Dilihat

Menurut La Nyalla pertanyaan itu disampaikan di Hambalang, Bogor. Dia mengatakan, jika dana tidak diserahkan sebelum 20 Desember 2017, maka dirinya tidak akan mendapatkan rekomendasi Gerindra untuk maju di Pilgub Jatim.

Kejadian ini berbuntut kekecewaan dari La Nyalla yang kini berencana mundur dari keanggotaan Gerindra.