oleh

Pengamat: Djarot Tidak Pernah Tanggapi Perpanjangan Izin Alexis, Anies Jangan Bohongi Publik

Sebarr.com, Jakarta – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan sudah memenuhi janji kampanye terkait ditutupnya tempat hiburan malam Alexis ditanggapa berbeda oleh mantan Aktivis 98 yang juga pengamat kebijakan publik, Immanuel.

Menurut Immanuel, Anies dan juga Sandiaga telah melakukan kebohongan publik, pasalnya izin operasi tempat hiburan itu sudah berakhir di Bulan Agustus dan izin menjalankan usaha tersebut tidak diperpanjang lagi oleh Gubernur Djarot, meskipun pihak Alexis sudah mengajukan permohonan.

“Jelas sekali soal proses perizinan Alexis, Anies Sandi melakukan kebohongan publik. Jika kita melihat proses yang terjadi dan menjadi fakta adalah Alexis sudah tutup per Agustus dan pengelola mengajukan izin pada bulan september dan ini masih pemerintahannya Djarot . Artinya sekali lagi bahwa izin perpanjangan itu sudah di tolak saat Djarot masih memerintah, jadi bukan karena Anies-Sandi” terang Immanuel saat di konfirmasi, Senin malam (30/10).

Immanuel menegaskan, tanpa harus ditutup oleh Anies sebenarnya Alexis memang sudah tidak boleh beroperasi lagi.

“Artinya waktu Djarot masih Gubernur, Alexis sudah ilegal karena Djarot tidak pernah menanggapi perpanjangan izin tempat itu” ungkap Noel sapaan akrab Immanuel.

Ia juga menyampaikan, kritiknya diperkuat oleh keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov DKI, Edy Junaedi, yang menyebutkan bahwa pada September 2017, PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola Hotel Alexis mengajukan permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) sebagai perpanjangan izin usaha.

Permohonan TDUP Hotel Bintang disampaikan melalui aplikasi online ke DPMPTSP dengan nomor registrasi 60U0HG dan permohonan TDUP griya pijat dengan nomor registrasi Z35DNU.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa izin operasionalisasi hotel dan griya pijat Alexis, Jakarta Utara sebenarnya sudah habis per-akhir Agustus 2017.

“Tolonglah gubernur sekarang ini jangan melakukan kebohongan publik. Mendingan Anies-Sandi ngurus yang DP O % aja, yang katanya hanya orang dengan gaji 5-7 juta sebulan dan gaji di bawah itu tidak bisa masuk program Rumah DP O%, Anies-Sandi sudah berbohong untuk ke dua kalinya dalam waktu sebulan memimpin” tegasnya.

Bisnis prostitusi di Jakarta bukan di alexis saja lanjut Noel, hampir banyak tempat-tempat di Jakarta yang buka praktek prostitusi, jika memang Anies-Sandi ingin memberantas prostitusi di Jakarta kata Noel lagi, Gubernur baru harus tutup hampir semua diskotik di Jakarta .

“Hampir semua diskotik di Jakarta adalah tempat portitusi dan praktek dunia malam lainnya, termasuk cafe-cafe, seperti dulu di Kali Jodo. Jika anies serius ingin memberantas protitusi, apartemen sebagai tempat praktek prostitusi online juga harus ditutup, paling tidak kos-kosan lah yang menjamur itu,” tandas Noel.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *