oleh

Suka Cita Natal dan Tradisi Uniknya di Beberapa Negara

Pohon Natal Raksasa

Sebarr.com, Jakarta – Sukacita natal bagi umat Nasrani di seluruh dunia tinggal menghitung hari. Tak hanya merayakan hari kelahiran Yesus Kristus, natal juga menjadi momen berbagi kepada sesama.

Di beberapa negara ada tradisi unik dan cukup aneh yang dilakukan oleh orang-orang saat merayakan natal. Tradisi ini membuat perayaan natal menjadi lebih semarak dan menarik.

Hoki untuk natal di Ethiopia

Di Ethiopia dan Eritrea hari libur nasional natal ditetapkan pada 7 januari. Selain diisi dengan perayaan musik dan tari-tarian yang dipandu oleh para imam, hari yang juga disebut sebagai perayaan Epiphany itu diisi dengan permainan hoki atau dalam bahasa setempat disebut Gaana.

Masyarakat kedua negara tersebut percaya bahwa tradisi bermain hoki untuk merayakan Epiphany sudah dimainkan oleh para gembala yang merawat ternak pada malam kelahiran Yesus.

Mudik ala penduduk Nigeria

Tradisi mudik tidak hanya terjadi di Indonesia saat idulfitri tiba. Di Nigeria tradisi ini juga dilakukan saat perayaan natal.

Orang-orang yang dianggap sukses bekerja di kota-kota besar akan pulang untuk bertemu keluarga dan kerabat saat natal. Keluarga yang mudik akan memberikan kado atau uang kepada kerabat yang dianggap kurang mampu.

Epiphany ‘beku’ di Bulgaria

Setiap 7 Januari yang juga dikenal sebagai hari Epiphany, para pastor akan melemparkan sebuah salib ke dalam air yang sangat dingin dan cenderung beku. Setelah itu orang-orang akan melompat untuk mengambilnya kembali. Orang pertama yang mendapatkan salib tersebut diyakini akan mendapatkan nasib baik di tahun tersebut.

Finlandia, Natal di sauna

Jika di Bulgaria orang-orang akan melompat ke perairan beku untuk mendapatkan kembali salib yang dilemparkan oleh pastor, orang Finlandia justru menghabiskan natal dengan pergi ke sauna.

Pada malam natal banyak keluarga di Finlandia pergi ke sauna karena suhu udara yang sangat dingin. Sauna juga dianggap sebagai ritual membersihkan pikiran dan tubuh.

Santa biru di Korea Selatan

Santa Claus umumnya akan mengenakan kostum serba merah dengan kombinasi putih di beberapa bagiannya. Namun di Korea Selatan di mana orang-orang menyebutnya sebagai Santa halabeoji atau kakek Santa justru mengenakan kostum berwarna biru. Orang-orang di Korea Selatan percaya bawa kostum asli Santa berwarna biru dengan hiasan perak.

Sepatu untuk tiga orang majusi

Alih-alih kaus kaki, anak-anak di Argentina justru meninggalkan sepatunya sebagai hadiah untuk diberikan kepada tiga orang majusi pada 6 Januari. Mereka juga biasa meninggalkan jerami dan air untuk kuda-kuda orang majusi yang melakukan perjalanan bersama bayi Yesus

Di Kolombia dan Venezuela, hadiah yang akan dikirimkan kepada anak-anak dipercayai tidak dibawa oleh Santa atau orang majusi melainkan oleh bayi Yesus atau mereka menyebutnya dengan El Nino Yesus.

Kursi kosong di Polandia

Di sebuah meja makan orang Polandia selalu ada satu kursi kosong yang sengaja disiapkan pada acara makan malam natal. Kursi ini diperuntukkan bagi mereka yang kurang beruntung untuk ikut makan malam bersama.

Sebagian orang lainnya meyakini bahwa tempat duduk yang dibiarkan kosong akan didatangi oleh Yesus, roh kudus, atau roh anggota keluarga yang sudah meninggal.

Hadiah peri di Estonia

Di Estonia, jauh hari sebelum malam natal, diyakini sebagai waktu ketika para peri mengintip melalui jendela untuk mengawasi tingkah laku anak-anak. Anak-anak yang berada di rumah kemudian menempatkan kaus kaki mereka di ambang jendela agar peri bisa meninggalkan permen atau hadiah kecil lainnya untuk mereka.

Turunnya Yule Lads di Islandia

Islandia punya sosok ikonik Santa Claus dengan karakter nakal bernama Yule Lads. Yule Lads tinggal di pegunungan Dimmuborgir dan akan turun menjelang perayaan natal.

Ada sekitar 13 Yule dan masing-masing memiliki keunikan. Konon, mereka akan mengunjungi orang-orang Islandia selama 13 hari sebelum natal dan memberikan hadiah atau hukuman kepada anak-anak di kaus kaki yang mereka tinggalkan di ambang jendela sesuai dengan tingkah laku mereka.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *