oleh

Longsor Parah Dekat Masjid Attawun, Jalur Puncak Ditutup

Sebarr.com, Bogor – BMKG mengakui curah hujan yang turun di kawasan Bogor dan Puncak tergolong ekstrim karena saat ini sudah memasuki puncak musim hujan. Akibatnya, tercatat sejumlah titik longsong di kawasan Bogor-Puncak.

“Februari ini masuk puncak musim hujan untuk wilayah Jabodetabek, khusus di wilayah Bogor curah hujannya tergolong ekstrim,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra, Senin (5/2/2018).

Untuk itu, warga di sepanjang aliran Sungai Ciliwung diimbau untuk waspada karena curah hujan yang turun sewaktu-waktu dapat meningkatkan tinggi muka air.

Data pengamatan BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, rata-rata curah hujan yang turun di wilayah Bogor di atas 30 mili meter (mm), seperti di kawasan Naringgul Puncak 169, Gunung Mas 148, Citeko 151.6, Gadog 125, Cibalagung Ciomas 21.3, Cimanggu 32, Darmaga 30.4, Katulampa 75 dan Citayam 35.6 mm.

READ  Jokowi Bagi-bagi 7 Ribu Sertifikat Tanah di Bogor

“Hujan di Bogor jika lebih dari 20 mm tergolong ekstrim,” kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, Budi Suhardi, dilansir Antara.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Puncak, Bogor membuat beberapa tebing di sepanjang jalur puncak mengalami longsor. Akibat kejadian ini, satuan Polisi Lalu Lintas Polres Bogor terpaksa menutup total jalur Puncak dengan status siaga.

Kapolres Bogor AKBP, Andi Moch Dicky mengatakan, kejadian tanah longsor berada di tebing yang berdekatan dengan Masjid Attaun setinggi 20 meter. Tebing ini longsor sekitar pukul 09.20 WIB. Sementara titik longsor lain berada di sekitar Riung Gunung, dan Widuri.

“Kondisi badan jalan tertutup karena tanah turun dari gunung, panjang 20 meter, tiang listrik roboh mengganggu lalu lintas sehingga jalan tidak dapat dilalui,” katanya Dicky, dilansir vivanews.

READ  Dua Penumpang Angkot di Bogor Tewas Tertimpa Truk Molen

Saat ini petugas mengalihkan arus yang menuju Puncak dan Cianjur melalui jalur Sukabumi. Sebanyak 100 personel kepolisian telah diterjunkan. Koordinasi dengan dinas terkait untuk mendatangkan alat berat telah dilakukan.

“Kami mengimbau masyarakat agar jangan menggunakan jalur Puncak terlebih dahulu,” tandas perwira polisi berpangkat melati dua itu.

Komentar

News Feed