PUPR Siagakan Alat Berat di Puncak, Pagi Ini Pencarian Korban Longsor Dilanjutkan

PUPR Siagakan Alat Berat di Puncak, Pagi Ini Pencarian Korban Longsor Dilanjutkan

atusan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, SAR, PMI, SKPD, relawan dan lainnya dikerahkan untuk atasi longsor di Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (5/2/2018). - Twitter @sutopo purwo nugroho

Sebarr.com, Jakarta – Hujan yang mengguyur wilayah Puncak sejak Minggu malam hingga Senin memicu longsor di tujuh titik longsor di antaranya dekat Masjid At Ta`awun, Gunung Mas, dan Riung Gunung.

Satu orang meninggal dunia akibat longsor dekat Masjid At Ta`awun, satu orang kritis karena patah tulang, satu luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

Tim gabungan mendapatkan informasi adan korban longsor di Riung Gunung dan upaya pencarian telah dilakukan sejak Senin siang hingga pukul 18.00 WIB. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi tidak mendukung, cuaca gerimis, dan minim penerang jalan.

Petugas kembali melanjutkan pencarian pagi ini mulai pukul 06.30 WIB, untuk memastikan informasi dari warga mengenai tiga pengendara tertimbun longsor.

Sejumlah alat berat di siagakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) di jalur Puncak sebagai antisipasi menghadapi bencana alam seperti longsor yang kemarin terjadi.

“Peralatan ini kita siagakan di dua lokasi, satu di Riung Gunung dan satunya lagi disiagakan di bawah (Cipayung). Kita siagakan selama puncak musim hujan berlangsung,” kata Atyanto Busono, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VI, Kemen PU-PR, di Puncak, Selasa (05/2).

Atyanto mengatakan jalur Puncak adalah jalan nasional yang ramai namun rawan bencana saat musim hujan. Ada tujuh titik longsor yang dilaporkan terjadi sepanjang jalur Puncak Senin kemarin, baik tebing maupun lereng.

“Untungnya semua sigap, menggunakan alat berat, dibantu semua pihak bergerak, evakuasi jalur Puncak bisa diselesaikan,” kata Atyanto.

Jalur Puncak sendiri sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan sejak malam tadi, tetapi tidak total karena ada potensi titik-titik longsor apabila hujan mengguyur lagi kawasan ini,

Titik ini ada di Gunung Mas, tersisa 3/4 jalan yang hanya bisa digunakan, sehingga jalur tidak bisa dilalui dua arah, sedangkan jalur lainnya bisa dilalui dua jalur.

Atyanto menegaskan ruas jalan yang tergerus longsor akan segera diperbaiki setelah kondisi tanah stabil dan cuaca mendukung, terutama di lokasi rawan saat turun hujan.

“Pebaikan diutamakan yang darurat, setelah itu perbaikan permanen dilakukan setelah kondisi stabil, perlu betonisasi sejumlah titik,” kata Atyanto.