Bupati Aceh Besar Haramkan Valentine, Gubernur Irwandi: Boleh Dirayakan!

Bupati Aceh Besar Haramkan Valentine, Gubernur Irwandi: Boleh Dirayakan!

Gubernur Irwandi Yusuf. Foto:lintasatjeh

Sebarr.com, Jakarta – Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menerbitkan larangan perayaan hari Valentine di wilayahnya. Sebaliknya, sang Gubernur Irwandi Yusuf malah memperbolehkan rakyat Aceh merayakan hari kasih sayang sedunia itu.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memastikan tidak mengeluarkan surat larangan, bahkan sebaliknya mempersilakan rakyat Aceh merayaan Valentine’s Day.

“Enggak keluarkan surat, sebetulnya perayaan (boleh saja) asal jangan berlebihan, itu hukumnya mubah (boleh) asal jangan timbul ekstravaganzanya,” kata Irwandi, di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Ketika dicecar pandangannya tentang perayaan Velentine, Gubernur Aceh itu menegaskan boleh asal tidak melanggar hukum. “Itu saya diam saja. Artinya apa? Artinya mubah, boleh. Asal jangan melanggar hukum,” tandas dia.

Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengeluarkan surat edaran bernomor 451/882/2018 itu ditujukan kepada camat se-Kabupaten Aceh Besar, para kepala sekolah dan pengelola hotel/restoran cafe dalam wilayah Aceh Besar.

Dalam surat yang diteken pada 9 Februari lalu tersebut, terdapat dua poin penting dan lima sub poin. Pada poin pertama, tertuang penjelasan alasan pelarangan perayaan Valentine’s Day di Tanah Rencong.

Bunyi poin pertama itu, “Valentine’s Day atau hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari adalah budaya yang bertentangan dengan syariat Islam dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, serta Qanun Provinsi Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di bidang aqidah, ibadah dan syiar Islam. Dan haram hukumnya untuk dirayakan.”

Pada poin kedua, bupati meminta agar masyarakat melapor kepada petugas Satpol PP dan polisi syariah jika menemukan perayaaan Valentine’s Day. Sementara kepala sekolah diminta untuk mengawasi para siswa agar tidak ada yang merayakan Valentine’s Day. (Dtk)