oleh

Surya Paloh: Indonesia Masih Tertinggal Karena Hilangnya Budaya Malu

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut bangsa Indonesia masih tertinggal ketimbang bangsa lain. Salah satu faktor karena hilangnya budaya malu.

“Budaya malu tidak hidup di tengah-tengah kita. Seperti malu untuk berbuat hal tidak pantas, tidak patut, atau bukan haknya,” tegas Surya Paloh di depan ribuan kader NasDem di Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 6 Maret 2018.

Bangsa Indonesia juga dinilai kehilangan konsistensi. Pihak-pihak berkepentingan belum menunjukkan konsistensi memajukan negeri ini.

“Kita terlalu banyak maunya. Semua kita mau, tapi kita tidak pernah menghadirkan syarat yang kita penuhi,” sesal dia.

Surya Paloh juga menganggap masih banyak pihak yang belum siap berkompetisi di tengah iklim demokrasi sangat bebas saat ini. Banyak yang siap menang, tapi tidak siap kalah dalam kompetisi.

“Ini lah yang membikin kita tidak bisa maju lebih cepat, jalan di tempat, bahkan mundur ke belakang,” tegas Surya Paloh.

Partai NasDem, terang Surya, sangat menyadari konstitusi telah memberikan mandat besar terhadap partai politik menjadi penentu kemajuan bangsa. Sayangnya, citra partai politik kadung dinilai negatif lantaran dianggap hanya institusi mabuk kekuasaan.

NasDem bertekad menjadi partai yang bisa memberi contoh dan memulihkan citra negatif parpol.

“Maka NasDem diniatkan, didirikan, bukan sekadar melengkapi parpol yang sudah ada. (NasDem) ingin menyatakan partai ini didirkan untuk mengoreksi total kemandekan, ketidakmampuan parpol membuat rakyat percaya terhadap parpol,” ucap Surya Paloh.

Facebook Comments

Komentar

News Feed