oleh

Pilpres 2019: Gerindra Siap Mengulang Kesuksesan Pilkada DKI

Sebarr.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon optimis pasangan yang diusung Partai Gerindra akan keluar sebagai pemenang dalam pilpres 2019. Hal ini dikatakan Fadli terkait munculnya poros ketiga selain poros pendukung Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Menurutnya, Gerindra dapat mengulang kesuksesan di Pilkada DKI Jakarta. Pasangan yang diusung Gerindra, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mampu mengungguli pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada putaran pertama. Kemudian Anies-Sandi juga berhasil merebut suara pada saat pencoblosan putaran kedua, mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Fadli pun menegaskan bahwa Gerindra akan tetap membuat poros sendiri dengan mengusung Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019.

“Kan pasti semua hitung-hitungan ujungnya bagaimana formasinya bisa menang atau tidak. Kalau kami melihat formasi DKI juga gitu. Kita cari satu sosok yang bisa memenangkan. Kita dukung Anies-Sandi. Walaupun surveinya selalu nomor tiga. Waktu pemilihan pertama jadi nomor dua, kemudian jadi nomor satu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMAS mengatakan, dengan munculnya Rizal Ramli yang telah mendeklarasikan sebagai Capres 2019 menunjukan pilpres akan diikuti oleh tiga pasang kandidat.

Berdasarkan simulasi yang berkembang saat ini, kata Fernando, ada tiga kandidat kuat, yakni Jokowi dan Budi Gunawan, Cak Imin dan AHY kemudian Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo.

Jokowi-Budi Gunawan diperkirakan diusung 5 parpol lama (Golkar, Nasdem, Hanura, PPP dan PDIP) dan 2 parpol baru (Perindo dan PSI).

Sementara Cak Imin dan AHY dikabarkan akan diusung PKB, Demokrat dan PAN.

Kemudian pasangan Rizal-Ramli dan Gatot Nurmantyo akan diusung oleh Gerindra dan PKS

“Jika hal ini benar terjadi, Jokowi harus waspada. Mengingat pilkada DKI dimenangkan pasangan yang diusung oleh Gerindra dan PKS,” beber Fernando mengingatkan.

Selain itu, kata dosen Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 ini, Jokowi juga harus mengingat pilpres 2004. Dimana Megawati Soekarnoputri sebagai incumbent yang diusung oleh PDIP, akhirnya tumbang oleh pendatang baru yang diusung oleh Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jangan abaikan pilkada DKI yang lalu. Jokowi harus memilih pendamping yang bisa memastikan kemenangannya di pilpres 2019,” tegas Fernando EMAS.

Facebook Comments

Komentar

News Feed