oleh

Kawin Diarak Heli Polri, Pasangan Dokter Diduga Bayar Rp120 Juta

-Hukum, Peristiwa-143 views

Sebarr.com, Jakarta – Dua oknum Polairud di Pematang Siantar, Sumatera Utara terancam pidana karena menyewakan helikopter Polri kepada pasangan pengantin yang sama-sama berprofesi sebagai dokter.

Kini dua oknum Polairud yang menjadi pilot helikopter itu sudah di Mabes Polri. Mereka diperiksa di Divisi Propam Polri.

“Sekarang diperiksa, nanti akan disampaikan apakah dia melanggar kode etik atau pidana, karena itu kan penggunaan fasilitas dinas yang tidak tepat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Soal berapa angka pasti penyewaan helikopter milik negara itu, Setyo mengaku akan dikonfirmasi langsung ke oknum pilot berpangkat inspektur polisi satu (iptu) itu. Pasalnya beredar kabar helikopter disewa dengan tarif Rp 120 juta.

Menurut Setyo, Polri sangat menyayangkan insiden itu, apalagi sampai diketahui ada pihak yang meraup keuntungan.

“Karena prosedur apapun tidak benar menggunakan fasilitas dinas Polri untuk bukan tugas Polri,” tegas dia, dikutip JPNN.

Setyo menambahkan penyidik Propam bakal menanyakan apakah penyewaan itu atas penawaran pilot atau diminta oleh pengantin.

“Sanksinya ada pelanggaran kode etik, kalau dia melanggar pidana ya diproses pidana. Tapi berikan waktu dulu untuk melaksanakan pendalaman kesalahan apa yang mereka lakukan,” tandas jenderal polisi bintang dua itu.

Untuk diketahui, Iptu T, pilot helikopter Polri bersama rekannya terbukti mengangkut pasangan pengantin dr Fihzan dan dr Sartika di Lapangan Haji Adam Malik, Pematang Siantar.

Keduanya merupakan anggota polisi organik di Ditpol Udara Badan Pemeliharaan dan Keamanan Polri yang diperbantukan di Polda Sumut. Dugaan penyalahgunaan helikopter dinas Polri mengemuka setelah beredar video rekaman di media sosial.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *