oleh

Prabowo Bakal Puyeng Kalau Ada Poros Baru

-Politik-125 views

Sebarr.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodary mengakui potensi adanya tiga poros di Pilpres 2019 sangat memungkinkan. Hanya saja jika hal itu terjadi, posisi incumbent justru akan semakin diuntungkan.

“Kalau ada tiga poros maka yg paling dirugikan adalah penantang. Kalau ada kalangan militer ya Prabowo terganggu, kalau penantang dari kalangan umat Islam atau santri ya Prabowo juga terganggu,” kata Qodary saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Menurut Qodary, kondisi ini akan terlihat dengan suara yang kontra dengan incumbent terancam pecah. Mereka akan membelah diri dan mencari sosok yang mereka anggap sesuai sehingga jumlah suara bisa lebih sedikit.

“Idealnya kan mereka (pemilih kontra incumbent) akan kumpul di satu orang saja misal Prabowo, tapi kalau penantangnya ada dua maka suara mereka akan pecah sementara suara incumbent masih bisa solid,” tutur dia.

Qodary juga menyampaikan bahwa berdasarkan hematnya, Prabowo Subianto dipastikan akan maju dalam bursa Pilpres 2019 nanti.

Dia melihat Ketum Partai Gerindra itu tidak akan mungkin menyianyiakan kesempatannya untuk bertarung dalam pemilihan umum tersebut.

Apalagi keberadaan Gerindra saat ini sudah sangat ideal jika menjadi pengusung Calon Presiden dengan kekuatan tambahan dari parpol sahabat potensial yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

“Pak Prabowo saya yakin pasti maju lagi. Karena Gerindra butuh parpol tengah untuk mendukung mereka bisa maju dan dengan PKS cukup,” tuturnya.

Pun demikian, Qodary menegaskan dalam pertarungan pilpres 2019 nanti, kemungkinan besar dua poros saja yang akan bertarung yakni kubu incumbent melawan kubu penantang.

“Tapi saya lihat sampai sejauh ini masih ada dua pasangan calon nanti. Tapi jika ada opsi lain ya hanya ada tiga poros saja,” tandasnya. (ibn)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *