oleh

Tawarkan Buat Coin 25 Sen untuk Tidore, Rizal Ramli: Gubernur BI Mau Menghormati atau Menghina?

Sebarr.com, Tidore – Tokoh Nasional Rizal Ramli Geram kepada Gubernur Bank Indonesia (BI). Pasalnya, kabar yang beredar di Tidore, Bank Indonesia menawarkan kepada Sultan Tidore untuk buat coin Baru senilai 25 Sen.

“Itu yang bener aja, Gubernur BI Mau menghormati atau menghina? Masak 25 Sen,” Kata Rizal Ramli setelah tiba Di Ternate, Rabu (11/4/2018).

Rizal Ramli yang dikenal dengan sebutan Rajawali Ngepret ini menegaskan, agar Gubernur BI melayangkan permohonan maaf terhadap masyarakat Tidore.

RR, sapaan akrabnya, apabila BI mengeluarkan coin baru untuk Tidore, dipertimbangkan terkait sejarah perjuangan Tidore.

“Kalau mau menghargai Tidore, silahkan buat coin dengan nilai yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kesultanan Tidore yang berdiri sejak tahun 1081 ini pada masanya pernah menguasai sebagian besar wilayah Maluku seperti Halmahera, Pulau Buru, Pulau Seram, Raja Ampat dan banyak pulau lainnya, hingga pesisir Papua Barat (Irian Barat).

READ  Foto Pertemuan PA 212 Dengan Jokowi Beredar, Tim 11 Tuding Aparat Istana

Salah satu pemimpin Tidore yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan menggetarkan bangsa-bangsa kolonial Eropa antara lain adalah Pangeran Nuku dan leluhurnya Sultan Saifudin (bertakhta 1657-1689) yang oleh orang Belanda kala itu dilafalkan dengan sebutan Sayfoedin Van Tidore.

Ada yang menyebut kekuasaan Kesultanan Tidore bahkan jauh melampaui pulau-pulau tersebut, kekuasaannya disebut-sebut sampai ke beberapa kepulauan di Pasifik Selatan, di antaranya Mikronesia, Melanesia, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marianas, Kepulauan Marshal, Ngulu, Fiji, Vanuatu dan Kepulauan Kapita Gamrange.

Pilihan Sultan Zainal Abidin Syah untuk bergabung dengan NKRI bukan hanya merupakan sikap yang sangat berani di tengah kerasnya tekanan Belanda atas Tidore yang ingin dijadikan Belanda bagian dari negara Commonwealth (Persemakmuran) yaitu berupa N.I.T (Negara Indonesia Timur), tetapi juga mencerminkan sebuah visi kenegarawanan serta perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah. Ia mengambil keputusan atas nama rakyat dan Kesultanan Tidore untuk bergabung dengan Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

READ  Rizal Ramli Desak Pemerintah Bantu BI Stabilkan Rupiah Dengan Menjaga Keseimbangan Premier

Sultan Zainal Abidin Syah yang visioner ini rupanya paham bahwa Tidore akan dijadikan target terakhir yang akan direbut Belanda pasca Irian Barat.

Dunia Internasional dibuat kagum atas heroisme sang Sultan dalam menentang Belanda lewat dokumen pengakuan kedaulatan Tidore atas Papua pada Staadblaad Belanda di depan PBB. Inilah yang menjadi senjata ampuh bagi sejarah diplomasi Indonesia dimana Sukarno mengklaim hak atas Papua dari Belanda di Sidang Internasional.

Sultan Zainal Abidin Syah sendiri kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 dan membantu Operasi Pembebasan Irian Barat.

Kisah kunjungan Sukarno dengan membawa Bung Tomo ke Tidore juga bukan tanpa alasan, orator ulung penggerak semangat pertempuran Surabaya itu dibawa Sukarno dalam rangka menggelorakan heroisme dan patriotisme para pemuda Tidore, selain untuk menunjukkan rasa persatuan serta nasionalisme juga untuk bersiap merebut dan mempertahankan Irian Barat sebagai wilayah kedaulatan NKRI.

READ  Lebaran 3 Bulan Lagi, Tiket Kereta Mudik H-3 dari Jakarta Sudah Ludes

Kini eksistensi Kesultanan Tidore yang sangat berjasa bagi perjuangan keutuhan wilayah NKRI disuarakan kembali oleh tokoh nasional Rizal Ramli.

Dalam acara ILC di TVOne Selasa 3 April yang lalu misalnya Rizal Ramli mengingatkan kita semua mengenai peran besar Kesultanan Tidore yang dapat dikatakan menjadi pendorong bersatunya kawasan Timur Indonesia ke pangkuan NKRI, karena itu Rizal mengajak kita semua jangan melupakan jasa-jasa besar tersebut.

Pemerintah harus benar-benar adil terhadap rakyat di kawasan Timur Indonesia yang oleh Tuhan alamnya dianugrahi kekayaan yang sangat berlimpah baik di laut maupun di daratannya, dan yang sudah seharusnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut.

 

ODDY KARAMOY

Komentar

News Feed