oleh

Gus Ipul-Gusti Kampanye Akbar ‘Mengetuk Pintu Langit’, Santri dan Kyai Bersatu

Sebarr.com, Jakarta – Panas dan hujan rintik-rintik sempat menghiasi kampanye akbar perdana Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno yang dikemas Istigasah Akbar ‘Mengetuk Pintu Langit’ di Kampung Jakcloth, Jl Slamet Riyadi, Jember, Minggu (15/4/2018).

Meski demikian, tak membuat protol puluhan ribu orang untuk pergi. Mereka semakin bersemangat melantunkan salawat dan doa untuk kemenangan paslon nomor urut 2 ini.

Massa gabungan empat partai pendukung Gus Ipul-Puti, muslimat NU dan warga Jember itu berbaur bersama para Ulama dan Kyai. Orasi yang digaungkan Gus Ipul-Puti semakin memantabkan masyarakat untuk mengawal kemenangan memimpin Jawa Timur.

Gus Ipul mengaku terharu melihat antusias warga masyarakat Jawa Timur yang berbondong-bondong menghadiri Istigasah, Salawat dan khataman Quran sebanyak 50 kali sejak pukul 07.00. Sebelumnya, dalam sebulan ini telah mengkhatamkan ayat suci sebanyak 313 kali.

“Saya terharu sekali. Mulai awal sampai akhir khusu’. Santri sama Kyai menyatu dan tidak tidak ada yang meninggalkan tempat sebelum berdoa usai. Dan ini hal yang patut saya syukuri bahwa hadirin mengikuti prosesi dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

READ  Dulu Tak Mempersoalkan, Kini Ridwan Kamil Mendadak Galak Pada LGBT

Gus Ipul menjelaskan, kampanye akbar kali ini merupakan arahan para Ulama dan Kyai. Di mana, meminta untuk menggelar Istigasah, Salawat dan Khataman Quran. Agar supaya mendatangkan pertolongan Allah dalam rangka memakmurkan rakyat Jawa Timur.

“Kita tidak bisa semata-mata mengandalkan kepintaran, kecerdasan dan kekuatan kita. Sebab, Jawa Timur ini besar, tidak hanya luas wilayahnya tetapi juga jumlah penduduknya. Masalahnya juga komplek tidak bisa hanya gaya-gayaan menyampaikan visi-misi hanya 1,5 jam,” terangnya.

Maka dari itu, lanjut Gus Ipul, Ulama dan Kyai meminta kegiatan tersebut agar menghadirkan pertolongan Allah dalam hal ini.

“Sebab, kalau Allah yang turun tangan tidak ada yang tidak mungkin, keterbatasan sangat banyak sekali. Dananya terbatas, kewenangannya terbatas. Mau gaya apa lagi kalau jadi Gubernur Jatim nanti. Oleh sebab itu, kita harapkan Allah sebagai penolong kita,” harapnya.

READ  PKIP dan Kemendagri Gelar Dialog Pelestarian Bhineka Tunggal Ika

Wakil Gubernur Jatim dua periode ini pun mengaku terkesan akan partisipasi masyarakat Jawa Timur. Pasalnya, pihaknya tidak bisa memfasilitasi semuanya.

“Liat saja banyak yang menggunakan mobil elf dengan berdesak-desakan. Kemudian mobil bak terbuka yang dari luar Kabupaten. Ini mengharukan dan amanah bagi kami,” ulasnya.

“Mereka datang dengan ketulusan dan harapan agar umat dan masyarakat ini dipikirkan dengan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat nantinya,” tandasnya.

Sementara, Puti Guntur pun mempercayai dengan turunnya hujan gemericik menjadikan semakin yakin akan mendapatkan Ridho Allah.

“Semoga dengan niat tulus bersama Gus Ipul maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, mendapat ridho-Nya. Keberkahan itu terlihat dari mendung dan curahan hujan ditengah berlangsungnya istigasah,” kata Puti.

Pihaknya telah sepakat bersama Gus Ipul untuk menjadikan Jatim makmur. Tidak hanya kotanya yang makmur, desa juga harus makmur. “Seperti, program Satu Triliun (Satria) yang akan dilaksanakan di Madura,” jelasnya.

READ  Kantor Gubernur Bali Terbakar Saat Penetapan Nomor Urut Cagub

“Kalau madura maju yang diuntungkan Surabaya. Masyarakat Madura tidak perlu urbanisasi lagi. Insya Allah dengan program Satria ini, Madura tidak akan tertinggal lagi,” tambahnya.

Istighosah ini, dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, ketua dan perwakilan dari partai pengusung, yakni PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. Serta, sejumlah kiai sepuh, diantaranya adalah KH Zainuddin Jazuli dari Ploso Kediri, KH Kholil As’ad dari Situbondo, KH Anwar Mansur (Lirboyo Kediri), KH Anwar Iskandar (Al Amin Kediri, dan KH Nurul Huda Jazuli (Ploso Kediri).

Ada juga, KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan), KH Agus Ali Masyhuri (Bumi Sholawat Sidoarjo), KH Moh Hasan Mutawakil Allalah (Genggong Probolinggo), KH Fu’ad Jazuli (Ploso Kediri), KH Idris Hamid (Pasuruan) dan KH Ubaidillah Faqih (Langitan Tuban). Selain itu juga Wakil Bupati Jember Muqit Arief rela cuti di kampanye akbar perdana paslon nomor urut 2 ini.

Komentar

News Feed