Ada Pihak yang Selalu Menyudutkan Pemerintah, Mensos: Kan Agama Tidak Ada Mengajarkan...

Ada Pihak yang Selalu Menyudutkan Pemerintah, Mensos: Kan Agama Tidak Ada Mengajarkan Mencaci Maki dan Fitnah

Sebarr.com, Jakarta – Menteri Sosial Idrus Marham  mengaku tidak mengerti terhadap pihak yang selalu berbicara mencaci maki pemerintah.

“Jadi saya tidak paham kalau bicara agama tapi mencaci maki. Kan agama tidak ada mengajarkan mencaci maki, di agama tidak diajarkan memfitnah,” katanya saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Mensos Idrus juga menanggapi soal ceramah anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana, yang mengatakan ‘presiden buat rakyat miskin’. Idrus mengatakan, berdasarkan data, jumlah penduduk miskin justru menurun di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya gimana, hasil survei yang ada tahun 2017 kemiskinan malah turun, gitu loh. Karena itu, meskinya kita bicara berdasarkan data,” ujar Idrus.

Idrus mengatakan sebaiknya Eggi berbicara berdasarkan data yang akurat. Dia mengatakan, berdasarkan data, angka kemiskinan di Indonesia sepanjang 2017 turun sekitar 1 juta orang.

“Ya dulu itu masih ada 27 juta lebih, sekarang itu tinggal 26.580.000. Dulu 27 juta lebih, jadi turun 1 juta lebih. Kan gitu. Jadi ini kan luar biasa,” katanya.

Meski demikian, Idrus menegaskan dirinya tak mau mengatakan Eggi berbicara asal bunyi alias ‘asbun’. Idrus mengajak masyarakat jujur memahami data akurat mengenai pencapaian pemerintah.

“Ya ndaklah (asbun). Jadi saya kira kita mari tidak saling memaknai seperti itu. Tapi kita hanya meminta kejujuran bersama sambil mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita,” katanya.

Dia juga mengajak Eggi dan masyarakat mensyukuri apa yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini sesuai dengan ajaran agama.

“Ya kalau pendekatan-pendekatan agama, agama itu mengajarkan harus senantiasa mensyukuri apa yang dicapai, gitu loh. Dan selalu bersilaturahmi. Nah prestasi yang dicapai oleh Presiden, kita syukuri. Kemudian kita menggunakan bahasa-bahasa dalam perspektif keagamaan, bagaimana agama mengajarkan ya harus saling mengasihi, tidak saling mencerca, agama juga mengajarkan harus saling menghormati, tidak saling mencaci-maki. Kan begitu sebenarnya,” katanya.

Idrus juga menambahkan Eggi harus membaca lagi data mengenai pencapaian pemerintah. Politikus Golkar ini tidak mau ada pihak yang menyampaikan kritik hanya berdasarkan alibi.

“Jadi tugas kita adalah, data itu, data itu saya katakan kurang 1 juta lebih dari awal 2017 sampai 2017 akhir, turun. Nah, kalau turun, itu data. Siapa yang membuat data itu? BPS berdasarkan hasil survei. Yang mana lagi kita harus percaya? Tidak bisa kita bicara hanya berdasarkan alibi,” katanya.

“Mari kita bicara berdasarkan fakta, sambil jujur mensyukuri atas prestasi yang ada. Kalaupun ada yang kurang, pasti. Tetapi kita harus jujur juga mengatakan bahwa lebih banyak yang berhasil. Kita harus jujur lah semua. Nah, dan karena itu sika-sikap seperti ini yang harus kita kembangkan bersama,” tuturnya.