oleh

Ulama dan Masyarakat Purwakarta Tolak Politisasi Masjid

Sebarr.com, Purwakarta – Masjid adalah tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus sarana untuk kegiatan keummatan seperti pengajian dan lain sebagainya yang bertujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Khaliq sekaligus untuk memperjuangkan kemaslahatan ummat.

Sayangnya, dewasa ini justru Masjid disalahgunakan untuk mencari suara ummat demi memenangkan salah satu calon atau pasangan calon dalam kancah pertarungan politik praktis.

Melihat kondisi itu, Ustadz Asep dalam ceramahnya di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta dalam rangka Tabligh Akbar sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menyampaikan, bahwa umat Islam dan para jamaah masjid untuk tidak lagi terpengaruh dengan suara-suara kampanye politik di Masjid, apalagi sampai membawa narasi kebencian dan perpecahan antar umat Islam sendiri.

“Bahwa masjid itu sekarang bukan tempat untuk berkampanye, dan masjid itu harus bersih, harus suci dari hal-hal yang haram,” kata Ustadz Asep dalam ceramahnya, ditulis Sabtu  (21/4/2018).

Ia mengatakan bahwa masuknya kelompok-kelompok yang mencoba untuk mempolitisasi masjid demi kepentingan politik praktis mereka lantaran masjidnya yang tidak terawat dan dikelola dengan baik oleh jamaah maupun takmir masjidnya.

“Mari kita makmurkan masjid, mamfaatkan masjid sesuai dengan ketentuan jamaah yang berlaku. Sehingga hidup semakin barokah,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir para habaib dan ulama bahkan perwakilan dari seluruh DKM Masjid se Purwakarta. Mereka tampak sepakat dengan narasi yang terbangun di dalam kegiatan tersebut, yakni menolak adanya politisasi masjid dan memecah belah umat untuk kepentingan politik praktis. Mereka juga mengamini ketika masjid harus dikembalikan pada fungsi utamanya yakni tempat beribadah dan kegiatan keummatan yang bertujuan menjaga persatuan dan kesatuan antar umat Islam sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Baing Yusuf, RH Sanusi juga menyerukan kepada seluruh jamaah dan masyarakat untuk terus menjaga masjid dari upaya-upaya pecah belah ummat dan menjadikan masjid sebagai lapak politik mereka.

“Masjid sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT, stop politisisasi masjid,” kata Sanusi dalam keterangannya.

Tak lupa pula ia terus menyerukan kepada seluruh jamaah dan umat Islam untuk tetap menjaga Shalat, hal ini lantaran shalat merupakan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap manusia yang memeluk agama Islam.

“Mari kita bersama-sama memelihara sholat serta menjaga kesucian masjid sutuhnya,” tutupnya. (**)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *