oleh

Susno Duadji Ungkap Tiga Modus Praktik Politik Uang

Sebarr.com, Jakarta – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Susno Duadji, mengungkap tiga modus praktik politik uang yang biasa terjadi dalam Pemilu.

“Politik uang itu menyogok atau membeli tiga hal,” ujar dia, dalam diskusi bertajuk “Membongkar Kejahatan Money Politik pada Pilkada 2018: antara Regulasi dan Tradisi”, yang diselenggarakan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Politik uang pertama, sebut Susno, adalah membeli kursi, dalam bentuk mahar terhadap partai politik.

“Kedua, membeli kesempatan dan kekebalan hukum, agar penyelenggara Pemilu, saksi dan penegak hukum tidak menyalahkan kegiatan praktik uang yang dilakukannya. Ketiga, membeli suara rakyat,” beber Susno.

READ  Bamsoet: Golkar Legowo Bila Cawapres Pendamping Jokowi Dari Nonparpol

Susno pun menegaskan, mengatasi praktik politik uang harus dilandasi kemauan keras, baik dari seluruh pihak untuk menghapuskannya.

Dia mencontohkan, seringkali ada laporan masyarakat kepada panwas soal dugaan politik uang. Namun Panitia Pengawas kerap mempertanyakan bukti yang dimiliki pelapor.

“Ini terkesan Panitia Pengawas pasif. Panitia Pengawas jangan meminta bukti, jangan meminta menghadirkan saksi, seperti seorang hakim. Panitia Pengawas harus bergerak bekerja,” ujar Susno.

Dia mengingatkan praktik politik uang hanya akan menghasilkan pemimpin yang selalu membanggakan sisi materi, tidak mencintai rakyat dan selalu berpikir untuk mengembalikkan modalnya.

“Kita harus ingat, ketidakbaikan akan berjalan jika orang-orang baik itu diam, maka jika kita merasa sebagai orang baik jangan diam, jangan takut. Paling hanya ditangkap. Saya tiga kali ditangkap tetap gemuk,” pungkas Susno.

READ  Sogok Auditor BPK Harley dan Bayari Karaoke, Eks Bos Jasa Marga Dibui 18 Bulan

Komentar

News Feed