oleh

Pengadilan Malaysia Loloskan WNI Dari Hukuman Mati

Sebarr.com, Kuala Lumpur – Pengadilan Malaysia membebaskan Warga Negara Indonesia asal Pinrang Sulawesi Selatan Norman Bin Pahing dari hukuman mati dalam sidang kasus pembunuhan di Mahkamah Tinggi Kriminal Shah Alam, Selangor, Malaysia, Selasa (24/7/2018).

Hakim Dato Mohd Azman Bin Husin membebaskan tertuduh dari pelanggaran pasal 302 KUHP dalam putusan akhir pendakwaan atau putusan sela.

Hakim berpendapat, pria 32 tahun yang dihadirkan dalam sidang tersebut hanya satu orang sedangkan pelakunya terdiri empat orang, yakni, satu warga asing dan tiga warga lokal.

Namun demikian sidang tersebut masih memberikan kesempatan kepada jaksa untuk melakukan banding atau rayuan dalam waktu 14 hari di Mahkamah Agung atau Mahkamah Rayuan kemudian apabila tidak dilakukan maka tertuduh bebas sama sekali.

READ  Razia Tenaga Kerja Ilegal di Malaysia Kembali Dilancarkan, Sebagian TKI Bermalam di Hutan

Tertuduh didakwa melakukan kesalahan yang melanggar pasal 302 KUHP karena telah melakukan pembunuhan terhadap Yap Ap Bun pada 2 Agustus 2015 di tepi jalan Blok E Flat Buukit Tinggi 2 Klang, Selangor.

Jaksa telah memanggil 11 orang saksi untuk membuktikan tertuduh melakukan kesalahan.

Jaksa perlu membuktikan bahwa korban telah mati dan korban mati akibat cedera yang dialami.

Kronologi peristiwa tersebut adalah tertuduh bersama saksi Mohd Rozaidi bin Rizuan dan bersama beberapa orang telah menahan korban dengan tujuan untuk menyamun atau merampok korban.

Rozaidi bersama Norman dan seorang lagi bernama Norazmi telah menaiki mobil Mazda milik korban. Saat itu Norman yang mengemudikan sedangkan korban dan lainnya di belakang.

READ  Google Temukan Dua Planet Baru

Korban kemudian dibawa ke beberapa ATM untuk mengeluarkan uang korban.

Menurut Rozaidi, tertuduh kemudian menikam korban dengan menggunakan pisau sebanyak dua kali dan tertuduh mendapati korban tidak bernyawa kemudian mayat dibuang.

Pengacara dari Gooi & Azzura, Irwan Sumadi ketika ditemui usai sidang mengatakan tertuduh bebas tetapi jaksa masih bisa banding dalam waktu 14 hari dan pihaknya akan mengikutinya di Mahkamah Rayuan.

“Pelaku ada empat orang diawali dengan perampokan namun hanya satu yang dituduh kemudian jaksa hanya memanggil satu saja,” katanya.

Saat sidang hakim berpendapat seyogyanya jaksa memanggil dan menuduh semua pelaku namun mereka tidak dipanggil. (Ant)

Komentar

News Feed