oleh

Budi Arie Setiadi: Jangan Korbankan Konstitusi untuk Meraih Kekuasaan

Sebarr.com, Jakarta – Berbagai kelompok relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir dengan upaya Partai Perindo yang mengajukan permohonan uji materi Pasal 169 huruf (n) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam pasal itu diisyaratkan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden adalah belum pernah menjabat presiden atau wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Apa tanggapan ketua Umum DPP PROJO?

“Seluruh warga bangsa wajib menjalankan dan menghormati konstitusi dasar bangsa dan negara ini. Seluruh pihak berhak mengajukan aspirasi dan keinginannya karena setiap warga punya kedudukan yang sama di depan hukum,” ujar Budi Arie Setiadi kepada media, Selasa (24/7/2018).

READ  Logo PROJO Terdaftar dan Dilindungi UU, Gugatan Yongki Absurd

Budi Arie meyakini, Jusuf Kalla (JK) sebagai seorang negarawan sipa legowo bila Mahkamah Konstitusi (MK) tak mengabulkan gugatan tersebut. Budi menga mendesak agar MK mampu bersikap tegas dalam terkait aturan masa jabatan wakil presiden

“Ini bukan soal urusan orang per orang. Ini soal bagaimana bangsa ini menjalankan tatanan hukum dan tertib sosial nya. Kami menghormati Pak JK sebagai anak bangsa yang sangat banyak jasanya bagi bangsa dan negara dalam berbagai kiprahnya. Pak JK adalah negarawan. Kami yakin Pak JK akan legowo bila MK menolak gugatan Perindo. Kami berharap MK serius dan tegas soal masa jabatan wapres. Proses reformasi, regenerasi dan perubahan harus jalan terus,” ujar Budi.

READ  Senyum Jokowi Saat Emak-emak PKK Rebutan Swafoto

“UUD 1945, Pasal 7 dan undang-undang turunannya, UU Pemilu 2017, Pasal 169 huruf n adalah hasil dari sebuah proses sejarah reformasi dan kita sepakat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Demokrasi dan sirkulasi kepemimpinan yang tertata dan berkelanjutan membuka ruang bagi segenap anak bangsa,” jelas mantan aktivis mahasiswa 98 dari UI ini.

PROJO berharap hakim MK bijaksana mengawal konstitusi demi meningkatnya kualitas demokrasi.

“Kami berharap para hakim MK untuk bijaksana dalam menyikapi uji materi ini karena ini akan tercatat dalam lembaran sejarah Republik ini. MK harus kokoh mengawal konstitusi dan berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas demokasi , ” jelas Budi.

“Bangsa ini terus bergerak maju dan regenerasi adalah sesuatu yg tidak mungkin di tahan lajunya. Karena obor selalu dinyalakan di malam hari untuk diserahkan kepada angkatan kemudian,” pungkas Budi.

READ  PROJO: Intimidasi Terhadap Ibu dan Anak di Acara Car Free Day Sangat Memalukan!

Komentar

News Feed