Instruksi Jokowi ke Bupati: Hati-hati Kelola Ekonomi Daerah!

Instruksi Jokowi ke Bupati: Hati-hati Kelola Ekonomi Daerah!

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri berdialog dengan peserta program padat karya tunai, di Desa Pernek, Kec. Moyo Hulu, Sumbawa, NTB, Senin (30/7/2018) sore.

Sebarr.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada bupati untuk hati-hati mengelola ekonomi daerah di tengah ekonomi global yang belum membaik dan mendengarkan masukan mereka tentang kondisi perekonomian daerah.

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada kepala daerah yang hadir dan mengingatkan mereka tentang pentingnya mengendalikan inflasi, pasokan, dan barang, terutama berkaitan dengan sembako.

“Pada kesempatan ini saya mau mendengar masukan-masukan berkaitan dengan hal-hal tersebut di daerah, tapi yang terkait dengan ekonomi nasional,” ujar Presiden dalam pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7/2018).

Presiden Jokowi mengundang sekitar 33 bupati untuk hadir dalam pertemuan pada siang hari sekitar pukul 14.10 WIB, sedangkan pada sore harinya pertemuan serupa juga akan digelar lagi oleh Presiden Joko Widodo bersama bupati lainnya.

“Perlu saya mengingatkan pentingnya masalah-masalah yang ada di negara kita, agar semua bapak, ibu bupati mengetahui, sehingga langkah-langkah yang dimulai dari kabupaten, kemudian naik ke provinsi dan pusat betul-betul bisa diselesaikan bersama-sama,” tambah Presiden.

Persoalan pertama menurut Presiden Jokowi berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kita tahu semuanya, ekonomi dunia belum membaik, belum bisa tumbuh pada posisi normal kembali, sehingga saya berharap semuanya hati-hati dalam mengelola ekonomi di daerah masing-masing,” kata Presiden.

karena ekonomi di kabupaten, kalau sudah terkumpul semuanya kabupaten dan kota, lalu naik ke provinsi, naik ke nasional, kan itu akan jadi pertumbuhan ekonomi nasional, alhamdulilah meskipun ada tekanan dari ekonomi global, kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen lebih sedikit,” ungkap Presiden.

Persoalan selanjutnya adalah kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang menekan nilai rupiah serta perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

“Semuanya harus tahu, ini juga menekan ekspor, menekan neraca perdagangan kita, sehingga memerlukan kerja keras kita bersama agar pertumbuhan ekonomi di daerah tidak terganggu, dan dalam lingkup negara pertumbuhan ekonomi nasional kita tidak terganggu,” tambah Presiden.

Meski pertumbuhan ekonomi terjaga, tapi kepala daerah menurut Presiden juga harus mewaspadai inflasi.

“Yang berkaitan dengan inflasi, karena pertumbuhan ekonomi tanpa dibarengi inflasi yang rendah dan baik, juga akan percuma. Saya berterima kasih kepada kepala daerah karena (mengetahui) pentingnya mengendalikan inflasi, pasokan, barang, terutama berkaitan dengan sembako,” ungkap Presiden.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Mardani H Maming, Sekjen Apkasi Nurdin Abdullah, Bupati Merangi Alharis, Bupati Kendal Mirna Anisa, Bupati Bolmong Utara Depri Pontoh, Bupati Pakpak Barat Remigo Yolanda Berutu, Bupati Ogan Ilir M Ilyas Panji Alam, Bupati Muna LM Rusman Emba, Bupati Barru Suardi Sale Bupati Jepara Marzuki.

Selanjutnya Bupati Batanghari Syahirsyah SY, Bupati Buton Utara Abu Hasan, Bupati Muaro Jambi Masnah Busyroh, Bupati Enrekang Muslimin Bando, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Maros HM Hatta Rahman, Bupati Lampung Timur Chusnunia, Bupati Kepulauan Meranti Irwan, Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar.

Kemudian Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Bungo Mashuri, Bupati Sorong Johny Kamuru, Bupati Kaimana Matius Mairuma, Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudi, Bupati OKU Selatan Popo Ali, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Bupati Luwu Timur Muh Thorig Husler, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Bupati Bukukumba Andi M Sukri, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Bupati Musi Banyuasin DOdy Reza. (Ant)