Lutfiah Alqarani dan Gempa di NTB

Lutfiah Alqarani dan Gempa di NTB

Sebarr.com, Jakarta – Gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah.

Lutfiah Alqarani seorang pemudi asal Mataram menceritakan kondisi Dusun ketapang desa madayin yang hancur pasca terjadinya gempa di Instagram miliknya.

Lutfiah Alqarani yang akrab disebut Fiyah ini aktif menyebarkan situasi di desa Ketapang.

Melalui status IG: @fiya_24 ini, kemudian di repost kembali oleh @insidelombok dan langsung viral di berbagai media sosial.

“Mungkin karena viral di berbagai media sosial, bantuan langsung datang dari berbagai daerah dan pusat,” kata Fiya saat dihubungi Sebarr.com, Minggu (5/8/2018).

Selanjutnya, kata Fiya, dirinya langsung dihubungi oleh salah seorang donatur dari Jakarta yang tak mau disebut namanya untuk membantu para korban bencana tersebut.

“Ada seorang ibu yang tak mau disebut namanya dan tergerak hatinya untuk membantu para korban,” ujar Fiya.

Bantuan yang diberikan oleh ibu tersebut, sambung Fiya, langsung dibelikan beberapa makanan instan dan lainnya.

“Ada beberapa kawan yang ikut membantu. Kami ada 9 orang yang langsung mengantarkan bahan makanan ke Ketapang,” jelasnya.

Perjalanan dari Mataram menuju desa Ketapang memakan waktu 3 jam lebih. Setibanya di lokasi, masih terjadi gempa susulan dari Gunung Rinjani. tambahnya.

Setibanya di lokasi, kami langsung membagikan seluruh bantuan kepada warga desa ketapang.

Usai membagikan makanan, kata Fiya menceritakan, kami berkumpul dangan anak-anak dan mengadakan beberapa permainan sambil belajar.

“Kami adakan permainan supaya anak-anak merasa terhibur dan melupakan sejenak bencana terebut. Masyarakat merasa senang karena merasa diperhatikan,” ujar Fiya.

Khusus untuk anak-anak laki-laki, sambungnya, kami ajak bermain bola dan anak perempuan serta yang lainnya kami ajak menggambar sambil mewarnai.

Selanjutnya, kami akan kembali ke desa Ketapang guna membantu masyarakat yang merindukan kehadiran kami. Karena tanggap darurat bencana diperpanjang oleh pemerintah daerah.

“Beberapa hari ke depan kami akan datang lagi dan membawa bantuan serta bermain-main dengan mereka, karena merasa senang dengan kedatangan kami dan merasa diperhatikan,” tandasnya.

Dari pantauan yang dilakukan Fiya di lokasi, beberapa bantuan dan aksi dari beberapa relawan dari daerah dan pusat sudah banyak yang terlibat. Pasalnya, Tuan Guru Bajang juga telah memperpanjang tanggap darurat di NTB sampai tanggal 11/8/2018.