oleh

Budi Arie Setiadi: Gerakan Ganti Presiden Semakin Tak Relevan

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi menegaskan deklarasi #2019GantiPresiden yang di gelar di Surabaya, hari ini, semakin tidak relevan dan jauh dari semangat membangun demokrasi.

Adanya garakan tersebut justru memperlemah sistem presidensial yang membawa bangsa Indonesia semakin mundur.

“Lah proses pendaftaran Capres dan Cawapres kan sudah berjalan. Ada dua pasang. Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Kita tunggu saja penetapan calon resmi KPU 21 September 2018. Kalau mau menghormati proses demokrasi kita tunggu saja dari KPU. Kecuali punya agenda lain. Mengalihkan isu uang mahar misalnya ha ha ha,” ujar Budi Arie Setiadi kepada media, Minggu (26/8/2018).

READ  Jokowi Dipastikan Hadir Dalam Rapat Umum Relawan

Dia menegaskan, demokrasi menjamin hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi politiknya, justru aksi-aksi provokatif itu akan melahirkan perlawanan dari masyarakat itu sendiri.

“Setiap warga negara boleh dan berhak menyalurkan aspirasi politiknya. Demokrasi menjamin itu. Tapi kalau provokasi dan menghasut pasti akan menimbulkan perlawanan. Kenapa sih Gerakan Ganti Presiden nggak jadi Gerakan dukung Prabowo – Sandi saja ? Toh masyarakat kan sudah cerdas dan tahu bahwa para penggeraknya hampir seluruhnya pendukung Prabowo – Sandi, ” jelas Budi Arie.

“Gerakan Ganti Presiden makin nggak relevan. Yang mengangkat dan memberhentikan Presiden itu rakyat. Tunggu saja tanggal 17 April 2019. Karena itulah pesta kedaulatan rakyat. Kita tunggu rakyat membuat keputusan,” jelas Budi.

READ  Budi Arie Setiadi: TNI-Polri Sudah di Track yang Benar

Budi Arie selaku pentolan PROJO memastikan mayoritas rakyat Indonesia masih menghendaki perubahan besar dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rakyat hari ini, lanjut Budi, sungguh merasakan kerja nyata eks Walikota Solo itu.

“Ganti Presiden ? Saya setuju saja. Tapi tahun 2024 saja ha ha ha.Tahun 2019 mayoritas rakyat masih menghendaki perubahan dan kerja nyata Jokowi. Karena anda bisa membeli apapun dengan uang anda. Tapi anda tidak bisa membeli pikiran, hati dan harapan rakyat,” pungkas Budi.

Komentar

News Feed