oleh

Budi Arie Setiadi: TNI-Polri Sudah di Track yang Benar

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (PROJO) Budi Arie Setiadi mengatakan, setelah reformasi kita sudah sepakat bahwa TNI-Polri tidak terlibat dalam politik praktis. Menurutnya, saat ini tidak ada upaya dari pak Jokowi untuk menyeret TNI-Polri masuk dalam politik praktis tersebut.

“Selama 20 tahun pasca reformasi TNI-Polri sudah “on the track”,” kata Budi Arie Setiadi dalam diskusi Dua Arah dengan tema TNI-Polri Jubir Pemerintah? yang ditayangkan Kompas TV pada Senin (27/8/2018) malam

Budi Arie menilai, TNI-Polri sudah melakukan perubahan-perubahan maindset maupun postur dalam struktur kinerja TNI-Polri. Karna itu, kami yakin bahwa TNI-Polri pasti akan tetap netral di pilpres 2019 mendatang. Menurut Budi Arie, siapa saja boleh menyampaikan atau melakukan sosialisasi program kerja pemerintah. Karena publik harus mendapatkan informasi yang tepat dan benar.

READ  Presiden Jokowi Akan Buka Rakernas IV PROJO

“Jangan misalnya TKA cuma 5.000-10.000 terus disampaikan 10 juta. Publik harus dapat informasi yang benar dan tepat,” kata Budi mencontohkan.

Selain itu, sambung Budi Arie, masa tim Cyber Polri harus membiarkan informasi yang salah tentang TKA tersebut? “Dalam pilpres 2019, TNI-Polri, ASN, BUMN dan semua yang belakangnya ada n-n nya yang artinya negara harus netral,” tegas Budi Arie.

Selanjutnya, Budi Arie menambahkan, BUMN harus netral. Karena akan ada isu yang akan dimainkan dan menyerang pak Jokowi dengan tudingan Pak Jokowi menggunakan alat-alat negara termasuk APBN dan yang belakangnya N-N tadi itu.

“Pak Jokowi bagi-bagi ambulance untuk rakyat dipolitisir, Pak Jokowi bantu gempa 98 Miliar diributin, begitu Pak Jokowi bantu 4 Triliun dibilang pak Jokowi membayar rakyat NTB. gimana sih, kami jadi nggak ngerti pola pikirnya. Setiap apa yang dilakukan pak jokowi selalu dipolitisir,” tegas Budi.

READ  Setnov Jadi Pesakitan, Pleno Golkar Malam Ini Tentukan Tanggal Munaslub

Namun demikian, kata Budi Arie, Saya yakin, rakyat sudah cerdas. Nanti juga tahu dan membedakan ini yang dilakukan bukan untuk pribadi atau menjelang pilpres.

“Jokowi inikan anak kandung rakyat yang dilahirkan oleh rakyat itu sendiri, sehingga ketegasan terhadap aparat-aparat negara terutama yang sudah menjadi komitmen dalam reformasi termasuk soal politik TNI-Polri tetap teguh di jalankan Pak Jokowi. Pak Jokowi menang nggak menggunakan N-N tadi tapi menggunakan R-R yaitu Rakyat dan Rakyat itu sendiri,” pungkas Budi Arie Setiadi.

Komentar

News Feed