oleh

Hari Ini Syafruddin Temenggung Hadapi Vonis Hakim Terkait Kasus Korupsi BLBI

Sebarr.com, Jakarta – Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung bakal menghadapi vonis kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hari ini. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Berdasarkan Situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara, PN Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018), sidang bakal digelar sekitar pukul 09.20 WIB.

Syafruddin dituntut hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Syafruddin terbukti bekerja sama dengan mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorojatun Kuntjoro-Jakti dalam penghapusan utang BDNI kepada petani tambak yang dijamin PT Dipasena Citra Darmadja (DCD) dan PT Wachyuni Mandira (WM).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara 15 tahun dikurangi selama ditahan dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan, dengan perintah terdakwa ditahan,” kata jaksa penuntut KPK Haerudin saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/9) lalu.

READ  Polisi Masih Buru Pelaku Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

Dia disebut merugikan negara Rp 4,5 triliun terkait BLBI. Kerugian negara itu berkaitan dengan penerbitan SKL dari BPPN terhadap BDNI, yang dimiliki pengusaha Sjamsul Nursalim.

Syafruddin dituntut pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jaksa menyebut hal yang memberatkan terdakwa adalah secara sadar melakukan perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan tak pernah dihukum.

Pengacara terdakwa, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan jaksa hanya mengulang dakwaan. Dia menyebut jaksa tidak bisa membuktikan perbuatan pidana.

“Fakta-fakta persidangan tidak terungkap kesalahan terdakwa. Jaksa hanya mengulang apa yang tertera dalam dakwaan,” tandas Yusril.

Komentar

News Feed