oleh

Eni Saragih Janji Kembalikan Uang Suap ke KPK

Sebarr.com, Jakarta – Tersangka kasus suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih berjanji akan menyerahkan kembali uang suap yang ia terima ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Ya, saya dalam waktu dekat ini saya memang sudah berjanji ke penyidik, saya akan kembalikan apa yang menjadi sesuatu yang sudah saya akui bahwa saya pakai sendiri misalnya, saya akan kembalikan memang,” ujar Eni yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu di gedung KPK, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Namun, ia enggan mengungkapkan nominal uang yang akan dikembalikannya itu ke lembaga antirasuah tersebut.

“Nanti, begitu saya kembalikan pasti sampai (ke wartawan),” kata Eni.

READ  KPK: Fayakhun Terima Rp 12 Miliar Untuk Muluskan Anggaran Bakamla

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Eni juga telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK.

Selain itu, pengurus Partai Golkar juga telah mengembalikan sekitar Rp700 juta terkait kasus PLTU Riau-1 tersebut yang diduga dipakai untuk kegiatan partai berlambang beringin itu.

Eni pun mengaku belum mengetahui siapa pengurus Partai Golkar yang mengembalikan uang tersebut.

“Yang pasti ada yang kembalikan. Saya belum tahu persis namanya tetapi sudah kembalikan dan boleh tanyakan ke penyidik langsung,” tutur Eni.

KPK pada Senin melakukan pemeriksaan silang terhadap dua tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1, yakni Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

“Saya diperiksa sebagai saksinya Pak Idrus tetapi karena saya kurang enak badan saya minta sama penyidik untuk ditunda dulu hari ini sampai nanti Rabu. Besok saya mau ke rumah sakit,” ungkap Eni.

READ  Politisi Golkar Dicokok KPK di Kompleks Menteri Widya Chandra

Idrus diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari Eni sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan Johannes bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johannes dan kawan-kawan.

Idrus diduga bersama-sama dengan Eni yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari Johanes, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar.

Untuk tersangka Kotjo, KPK telah melimpahkan dari proses penyidikan ke tahap penuntutan atau tahap kedua.

READ  Mensos Idrus Marham Siap Penuhi Panggilan KPK

Sidang terhadap Kotjo direncanakan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Komentar

News Feed