oleh

Budiman Sudjatmiko: Sarumpaet Bukan Pelaku Tunggal, Itu Agenda Terencana

Sebarr.com, Jakarta – Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko meyakini drama kebohongan Ratna Sarumpaet bukanlah pelaku tunggal penyebaran hoaks.

Menurutnya, kebohongan itu merupakan agenda terencana. Rekayasa penganiayaan itu berupaya membingkai pihak lawan politik sebagai pelaku kekerasan. Jika tak cepat terbongkar, hoaks atau kabar bohong itu itu berpotensi menimbulkan konflik dan kebencian antarmasyarakat.

“Drama politik dusta oposisi ini memberikan pesan tunggal bahwa kualitas oposisi politik saat ini sangat jauh dari kredibel,” kata Budiman di Posko Rumah Cemara, Jakarta, pada Jumat (5/10/2018).

Memercayai Ratna bekerja sendiri atas manipulasi informasi ini, katanya, sama saja mempercayai pembunuh presiden Amerika Serika John F Kennedy adalah Lee Oswald seorang.

READ  Presiden Jokowi: Birokrasi Tak Boleh Lagi Bikin Susah Dunia Usaha

Menurut Budiman, model kampanye seperti itu serupa memainkan teknik propaganda Firehouse of Falsehoods; kebohongan dilakukan terus berulang untuk membangun ketidakpercayaan terhadap informasi.

“Kampanye politik bukan lagi untuk mengabarkan kebenaran, tapi justru untuk mengaburkannya. Ratna bukanlah serigala yang berjalan sendiri,” ujarnya.

Budiman juga mengungkapkan metode ini bukan hal baru melainkan pernah dipraktikkan oleh Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB), yaitu badan intelijen legendaris era Uni Sovyet. Strategi itu efektif menghasilkan kemenangan Presiden Donald Trump pada pemilu Amerika Serikat 2016 lalu.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pemilu Amerika Serikat menjadi salah satu pemilu yang paling rasial dalam sejarah Amerika Serikat,” katanya.

“Fenomena menggunakan kutipan sebuah peristiwa yang tidak bisa dicek kebenarannya dan digoreng untuk mengeksploitasi sifat emosional orang, sehingga manusia tidak diberi kesempatan untuk berpikir jernih,” ujar Budiman. (vn)

READ  Polisi Tambah 4 Unit Kamera Pemantau

Komentar

News Feed