oleh

Presiden Jokowi: Jangan Ada Fitnah, Kampanye Politik Hoaks Pecah Belah Bangsa

Sebarr.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada fitnah jelang pemilu. Ia tak ingin bangsa Indonesia tidak terpecah hanya karena pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden.

“Kampanye politik yang didasari kebohongan, hoax, dan fitnah hanya memecah belah bangsa ini,” ujar Jokowi saat menghadiri rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, ditulis Kamis (10/10)/2018).

Rakernas ini diikuti 1.500 peserta dari tingkat dewan perwakilan wilayah (provinsi) dan dewan perwakilan daerah (kabupaten/kota).

Lebih lanjut Presiden mengatakan, energi bangsa ini seharusnya diarahkan untuk menyambut perubahan dunia yang cepat.

Indonesia, ujar Jokowi, adalah bangsa dan negara yang besar, sekaligus menyimpan perbedaan yang besar.
Jokowi mengingatkan, isu-isu negatif dan kampanye hitam, jangan terus berulang-ulang dalam setiap pemilu yang diadakan dalam lima tahun sekali.

READ  PROJO Beberkan 3 Alasan Demokrat Jatim Dukung Jokowi 2019

“Saya jadi korban. Saya dituduh PKI. PKI bubar 1965 sedangkan saya lahir 1961, masak PKI balita. Saya tidak kena, orangtua dan kakek nenek saya dituduh. Ada foto yang mirip saya dekat Aidit. Tidak masuk akal. Bahkan ada kiai yang ingin bicara empat mata, soal saya PKI. Namun, semuanya terbantahkan,” ujar Jokowi.

Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam mengatakan, pihaknya menggelar rakernas untuk mengumpulkan aspirasi dari bawah yang bisa menjadi masukan bagi para capres.

“Jadi pilpres bukan ajang komunikasi searah dari para kandidat. Justru ini waktu yang baik bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar dalam keterangan tertulis.

Menurut Abdullah, lima tahun masa pemerintahan presiden, masyarakat bisa merasakan langsung dampak program kerja. Maka masyarakat berhak memberikan masukan dan mengevaluasi untuk perbaikan, siapa pun presidennya nanti.

READ  Istri Gus Dur Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah Time.

Rakernas LDII tersebut mengusulkan delapan bidang pembangunan. Pertama penguatan wawasan kebangsaan, yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Kedua, bidang dakwah. LDII dalam dakwahnya fokus dalam membentuk manusia yang profesional religius, yakni masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas.

Ketiga, bidang pendidikan. LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang tri sukses, yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri.
Keempat, bidang ekonomi syariah, untuk penguatan ekonomi kerakyatan dengan memelopori koperasi syariah, dan usaha bersama (UB).

Kelima, bidang kesehatan dan herbal, DPP LDII mendorong warga LDII memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternatif pengobatan.

READ  Jokowi Protes Keras Saudi Eksekusi Tuti

Keenam, bidang ketahanan pangan. LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul.

Ketujuh, bidang energi terbarukan, LDII mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital.

Komentar

News Feed