oleh

Budiman Sudjatmiko: Jokowi Berhasil Kerjakan Hal-hal yang Hampir Mustahil Dilakukan

Sebarr.com, Jakarta – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengungkapkan keunggulan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amien. Hal itu disampaikan mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik tersebut saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa di Trans 7.

Budiman mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok wajah dari tetangga. Sementara, Ma’ruf Amin adalah sosok dari kiyai langgar atau musala di desa.

“Jokowi adalah wajah tetangga kita, Kiyai Ma’ruf Amin adalah kiyai di langgar dan musala di dekat rumah kita,” ujar Budiman.

Figur Jokowi juga mengingatkan Budiman kepada sosok mantri di puskesmas di kampung halamannya. Mantri tersebut dipanggilnya, Pak Sulaiman.

Diceritakan oleh Budiman, mantri tersebut berhasil merawat anaknya dengan baik.

READ  Presiden Jokowi: Pilih Pemimpin Lihat Rekam Jejaknya, Jangan Mau Dihasut

Walaupun sang mantri adalah seorang single parent.

“Pak Jokowi mengingatkan saya pada seorang mantri di puskesmas kampung halaman saya di Majenang, Cilacap bernama Pak Sulaiman yang hidup sebagai seorang single parent tapi merawat anaknya dengan baik,” kata Budiman.

Sedangkan Ma’ruf Amien mengingatkan kepada Budiman kepada sosok Kyai Hazbullah yang mengajar ngaji di desanya.

Kata Budiman, sang kyai kerap marah kepadanya ketika ia salah melafalkan Alquran.

“Pak Ma’ruf Amin mengingatkan saya pada seorang kyai pesantren di desa saya, KH Hazbullah yang selalu mengajar mengaji kepada saya.”

“Dan saya ingat betul marahnya dia jika saya salah mengucapkan tajwid,” Budiman mengisahkan.

“Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin adalah wajah tetanggamu, tetangga saya, mbahmu dan kita semua,” tuturya.

READ  Dukungan Menguat, Relawan Matahari Siap Menangkan Gus Ipul-Puti Sukarno

Dalam catatan sejarah, menurut Budiman, Jokowi berhasil mendapat mandat dari rakyat untuk menjadi seorang Presiden RI.

Dan mandat tersebut menurut Budiman telah dijalankan dengan baik oleh Jokowi.

Menurut Budiman, Jokowi berhasil mengerjakan hal-hal yang hampir mustahil dilakukan.

“Tapi oleh sejarah, seorang Jokowi dituntun untuk memimpin Indonesia.”

“Dan diminta mengerjakan hal yang hampir mustahil menurut para ahli teori pembangunan dan teori transisi politik,” paparnya.

Hal-hal mustahil tersebut adalah pembangunan infrastruktur.

Budiman mengungkapkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur biasanya hanya bisa dirasakan oleh negara yang dipimpin oleh kepala negara yang otoriter.

Bahkan, menurut Budiman, pembangunan infrastruktur sulit dilakukan di negara yang menganut sistem demokrasi, sebagaimana Indonesia.

READ  Yenny Wahid dan Gusdurian Miliki Kesamaan Ideologis dengan Jokowi

Namun oleh Budiman, Jokowi dianggap berhasil melakukan pembangunan tersebut.

“Apa yang dikatakan mustahil itu? Pak Jokowi mengerjakan Pekerjaan Rumah yang seharusnya dikerjakan oleh rezim otoriter, yaitu apa, membangun infrastruktur.”

“Jerman dikuasai Hitler membangun jalan tol, Korea Selatan dikuasai Park Chung Hee membangun jalan tol.”

“Cina tentu saja masih otoriter, membangun jalan tol ribuan kilometer mudah saja bagi mereka.”

“Tapi dalam alam demokrasi itu agak susah, tapi Pak Jokowi sanggup melakukannya,” tandas Budiman.

Komentar

News Feed