oleh

Anak Buah OSO: Permintaan Maaf Prabowo Politis dan Tidak Tulus

Sebarr.com, Jakarta – Elite Hanura yang juga juru kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir menilai permintaan maaf yang dilontarkan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto terkait pernyataan ‘tampang Boyolali’ bernuansa politis.

Ia melihat permintaan maaf itu bukan berasal dari hati nurani terdalam Prabowo untuk mengakui kesalahannya.

“Bukanlah minta maaf yang meluncur dari nuraninya, melainkan minta maaf politis, karena permintaan maaf tersebut dilakukan setelah mengkalkulasi dulu untung ruginya,” kata Inas.

Inas lantas mengungkit kembali berbagai pernyataan Prabowo lainnya yang bernada kontroversi. Inas mencatat Prabowo pernah menyindir wartawan dengan ungkapan ‘bisa disogok’ dan ‘tak bisa belanja di mal’.

Selain itu, Ia juga mencatat Prabowo pernah menyindir ‘Bangsa Indonesia naif dan goblok’ serta pernyataan ‘elite Jakarta maling semua’.

READ  Pengamat: Pelan Tapi Pasti Akan Muncul 'Yusril-Yusril' Lain

“Pernyataan-pernyataannya yang bernada caci maki dan pelecehan yang berulang kali terjadi, maka hal tersebut sudah menjadi habitnya [kebiasaannya] Prabowo,” kata dia.

Inas pun pesimistis Prabowo mampu mengubah kebiasaannya itu dalam enam bulan ke depan ketika masa kampanye berlangsung. Bahkan, ia merasa yakin Prabowo bakal kembali membuat pernyataan kontroversi tersebut dalam waktu dekat.

“Cukup jelas bahwa kebiasaan ini akan berulang dan berulang lagi, apakah Prabowo mampu mengerem kebiasaannya ini? Kita lihat dalam 6 bulan ke depan,” kata dia.

News Feed