oleh

Arsul Sani: PPP Pimpinan Humphrey Djemat Sudah Illegal, Masih Saja Caper

Sebarr.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, berpendapat, PPP di bawah pimpinan Humphrey Djemat tidak ubahnya hanya sekumpulan orang yang mencari perhatian kepada media.

“Dan juga membicarakan soal pilpres, sekaligus mencari perhatian barangkali nanti ada Timses Jokowi-Maruf Amin atau Prabowo-Sandi yang mau mendekat. Jadi sama sekali tidak bisa disebut Mukernas, karena mereka tidak punya legal standing untuk bikin kegiatan mengatasnamakan DPP PPP,” kata Arsul dalam keterangannya, Jumat (16/11/2018).

Asrul pun menegaskan, Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi sudah menolak gugatan-gugatan dari kelompok PPP Illegal dan yang sah adalah DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede, pada April 2016. Pemerintah via Menkumham hanya menerbitkan SK tentang DPP PPP dibawah Romahurmuziy-Arsul Sani.

“KPU dan Bawaslu hanya mengakui DPP PPP dibawah kami sebagai representasi PPP. Mereka ini kebanyakan adalah mantan caleg gagal di pemilu-pemilu sebelumnya. Artinya kecil sekali pengaruhnya di struktural maupun lingkungan kultural PPP. Apalagi Humphrey Djemat, nyoblos PPP saja belum pernah karena baru menyatakan diri PPP pasca Pemilu 2014,” ujar Arsul Sani.

Arsul juga menegaskan, pihaknya akan melaporkan ke pihak kepolisian kubu Humphrey Djemat terkait dengan pemalsuan.

“Mereka sudah berkali-kali bikin ulah dengan memalsu kop surat, stempel, membohongi publik dengan menyatakan sebagi DPP PPP, maka kesabaran kami sudah habis. Kami akan ambil tindakan hukum secara pidana,” tukas Arsul.

Ia sangat menyayangkan kubu PPP Illegal itu untuk menarik perhatian publik memainkan dua isu yakni permasalah islah dan elektabilitas yang di bawah ambang batas parlemen.

“Kalau mau islah kan bukan dengan cara bikin ulah. Cukup datang ke kantor DPP dan bicara baik-baik dengan kami, sampaikan apa maunya. Kedua, hembuskan isu soal elektabilitas yang dibawah ambang batas parlemen. Lah yang ini juga tandanya enggak ngerti sejarah PPP pada pemilu-pemilu yang lalu,” pungkasnya.

Facebook Comments