oleh

Grace Natalie Jelaskan Pidatonya yang Dipelintir

Sebarr.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyebut ada pihak yang menyalahartikan pidatonya soal Perda Syariah. Menurut Grace, karena penyalahartian itu, muncul isu yang menyatakan PSI partai antiagama.

“Petikan pidato kami diambil secuplik saja, bahkan dipelintir. Maka sampailah ke tangan seperti Bro Topan (Topan Prarama Siregar), termasuk yang Bro sebutkan tadi (masyarakat yang menolak) hingga menganggap PSI seolah-olah menolak, bahkan narasi dibuat antiagama,” ucap Grace kepada wartawan di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Grace menjelaskan, maksud dari pidatonya yang menyinggu Perda Syariah adalah kesetaraan semua agama di depan hukum dan peraturan pemerintah. Kesetaraan itu, sambung Grace, yang dijamin konstitusi dan Pancasila.

“Esensi dari pidato itu, kami kembali ke konstitusi bahwa hak semua warga negara punya hak menjalankan ajaran agama di mana pun mereka berada dan itu sudah sesuai konstitusi kita,” ucap Grace.

Grace menegaskan, PSI akan menolak aturan yang mengebiri hak rakyat. Dia menuturkan, PSI ingin rakyat mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut.

“Kami menolak, atau tidak mendukung, kata persisnya tidak mendukung peraturan daerah, apalagi atasanamakan agama dan reduksi hak warga negara lain. Yang PSI perjuangkan, adalah setiap warga negara di Republik Indoensia ini, lakukan ajaran agamanya tanpa ada halangan atau malah dipersekusi gara-gara itu,” papar Grace.

Grace lalu mengutip data dari Komnas Perempuan. Berdasarkan data Komnas Perempuan, ada 400 perda diskriminatif yang mengatasnamakan agama.

“(Komnas Perempuan) menemukan 421 Perda diskriminatif yang memang mayoritas atasanamakan agama. 333 dari 421 perda justru menyasar perempuan. Dari pembatasan aktifitas, pembatasan pakaian, pembatasan jam malam,” ucap Grace.

Dia menyarankan, agar setiap produk hukum dibuat tanpa mengaitkan dengan agama. Buat, lanjut Grace, produk hukum yang universal.

“Buat saja prodak hukum yang universal, bukan parsial. Kalau melarang prostitusi, buat UU yang larang pelarangan manusia, buat detail. Kan bisa universal dan tidak perlu atasanamakan agama tertentu,” kata Grace.

Sebelumnya, pada HUT PSI ke-4, Grace mengatakan PSI akan mencegah diskriminasi dan tindakan intoleransi. Selain itu, menurut Grace, saat ini tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa.

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini,” kata Grace Natalie di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).

“Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa,” sambungnya.

Facebook Comments

News Feed