oleh

Prabowo Bilang Korupsi di RI Stadium 4, Gerindra Terbanyak Loloskan Caleg Eks Koruptor

Sebarr.com, Jakarta – “Jadi orang melihat beda antara retorika dan sebuah tindakan nyata. Ini yang kami sayangkan. Mencoret caleg eks koruptor saja Pak Prabowo tidak bisa. Kemudian, mengatakan kita stadium 4 dalam korupsi.” ‘

Demikian diungkapkan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, di Posko Cemara, Jakarta, ditulis Jum’at (30/11/2018).

Hasto menyebut ada ketidaksesuaian antara pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Singapura mengenai korupsi di Indonesia.

Hasto mempertanyakan sikap Prabowo yang tidak mencoret caleg eks koruptor dalam Partai Gerindra. Padahal, hal itu bisa dilakukan dengan mudah oleh Prabowo.
Pada 28 September 2018, KPU membantah pernyataan Gerindra yang mengaku sudah mencoret caleg eks koruptor dari Daftar Caleg Tetap (DCT).

READ  Mahfud MD Sebut Pilkada Seperti Peternakan Koruptor

Berdasarkan keterangan KPU, Partai Gerindra tetap mengusung enam caleg eks koruptor.

“Di luar negeri Beliau bicara seperti itu. Tapi me-manage Gerindra, Pak Prabowo tidak berani mencoret mereka yang punya masalah hukum,” kata dia.

Hasto menilai, pidato Prabowo tidak mencerminkan kebanggaan atas Tanah Air. Bagaimana pun, kata dia, calon pemimpin harus membangun martabat negaranya.

“Tidak bisa di luar cerita tentang hal yanh kurang pas untuk disuarakan. Apalagi oleh calon presiden,” ujar Hasto.

Saat menghadiri “The World in 2019 Gala Dinner” yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12/2018), Prabowo menyebut korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4.

READ  Cagub Gerindra Banyak yang Keok di 17 Provinsi

Sebagaimana diketahui, eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay membeberkan, ada 34 calon anggota legislatif (caleg) berlatar belakang narapidana korupsi yang sudah diloloskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Ada 34 caleg yang koruptor tetapi kemudian diloloskan Bawaslu. Kalau kita lihat, rasanya akan penuh caleg-caleg yang akan diisi oleh caleg eks napi korupsi yang diloloskan Bawaslu,” kata Hadar Nafis Gumay, dalam diskusi “Polemik Pencalonan Napi Korupsi: Antara Komitmen Partai dan Penuntasan di MA” di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/9), beberapa waktu lalu.

News Feed