oleh

Elektabilitas Capres yang Paling Real Terlihat Pada Januari-April

Sebarr.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, menilai, puncak elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres akan terlihat mulai bulan Januari dan puncaknya pada bulan April 2019.

“Tanda-tanda elektabilitas itu mulai kelihatan di bulan-bulan Januari, akhir Februari, Maret puncak-puncak (elektabilitas pasangan capres-cawapres) gitu, sama akhir April,” kata Karding dilansir detik, Kamis (6/12/2018).

Terkait dukungan kepada para paslon, menurut Karding, akan terlihat antara bulan Januari hingga April. Saat ini wajar jika elektabilitas belum terlalu meningkat bagi kedua pihak, karena konsentrasi calon pemilih masih kepada isu yang lainnya.

Menyinggung soal temuan LSI yang menyebut bahwa visi-misi dan program kerja paslon belum dikenal, Karding berpendapat, hal tersebut karena kurang terpublikasi. Menurutnya kebanyakan media masih banyak memberitakan pilpres dari segi politiknya.

READ  Dituding Memperkeruh, Ini Saran Stafsus KemenPUPR Untuk Anies Baswedan

“Jadi memang belum maksimum di dalam hal pemberitaan dan menyangkut program-program. Tentu ini bahan bagi kami agar ke depan fokusnya lebih pada bagaimana mendorong agar program-program ini tersosialisasi dengan baik di semua instrumen media, baik media sosial maupun media mainstream,” tutur politisi PKB itu.

Temuan LSI tersebut dikatakan Karding akan menjadi catatan bagi pihaknya dan ke depan akan melakukan perubahan untuk sosialisasi program kerja.

“Kita juga harus terus berkomunikasi dengan kawan-kawan di media bagaimana agar mereka juga mulai berfikir setting medianya, agenda settingnya diarahkan pada bagaimana memblow-up progra-program kerja (paslon) itu sehingga akan menarik, bisa didialogkan ke publik, kemudian bisa pemilih menjadi dididik, didorong untuk rasional dan sebagainya,” jelasnya.

READ  Rekam Jejak Mahfud MD Tak Ada Cela

Karding pun berharap ada dialog terkait program kerja pasangan calon yang lebih banyak dilakukan baik di media maupun ruang publik lainnya.

“Memang tantangannya adalah biasanya tidak laku ini dibaca, didengar atau ditonton, ini satu PR bagi kita harus kita (buat) bagaimana berkampanye yang menarik dengan program,” tandas Karding.

News Feed