oleh

Aktivis Karbitan Memang Sering Gagal Paham

Oleh: Ikravany Hilman

Acara Deklarasi Alumni UI mendukung Jokowi tidak dimaksudkan menjadi acara tertutup. Apalagi setelah berbagai kelompok menunjukan antusiasme yang luar biasa untuk mendukung kami.

Selain Alumni UI juga hadir alumni kampus2 lain. Ada sekitar 500 Alumni ITB yang hadir. Dari ITS, IPB, Unpad, Unpar, Atmajaya, USU, dan tentunya dari Universitas Trisakti kampusnya Andre Rosiade, dll juga hadir. Selain itu diundang juga berbagai komunitas Relawan Jokowi.

Projo sebagai salah satu relawan terbesar Jokowi juga turut hadir mendukung acara tersebut. Selain menurunkan satgasnya untuk membantu kelancaran dan ketertiban acara, juga mendatangkan sekitar ribuan warga masyarakat yang ingin mendukung acara tersebut.

Andre Rosiade tidak hadir di GBK. Kalau hadir tentu dia akan tahu kalau sebagian besar yang hadir pada acara itu adalah Alumni UI. Mereka (termasuk saya) berpanas-panasan, berdiri lama dalam antrian yg panjang, karena antusiasme dan kecintaan kepada Jokowi.

Saya menyaksikan kedatang rombongan Projo yang berbaris sambil bernyanyi untuk mendukung Jokowi dan Acara Deklarasi tersebut. Banyak alumni yang tadinya. Duduk2 kemudian berdiri dan bertepuk tangan mengapresiasi dukungan tersebut.

Momen bersatunya “rakyat” dengan civitas akademika tersebut mengingatkan saya pada saat tahun 1998 saya bersama Kesatuan Aksi KBUI memobilisasi ratusan warga salemba, Paseban dsk untuk hadir ke DPR RI. Kami mengangkut mereka menggunakan bis2 UI dan melengkapi mereka dengan bendera2 KBUI. Waktu itu kami sangat menyadari bahwa bersatunya kekuatan mahasiswa dan rakyat dalam satu tindakan kongkrit adalah sebuah keniscayaan dalam perjuangan.

Setelah lebih 20 tahun, dalam skala yang lain, saya merasakan lagi romantisme itu kemarin di GBK. Ketika “rakyat” dan civitas akademika bersatu mendukung Jokowi (dengan demikian bersebrangan dengan Prabowo dan keluarga cendana, persis seperti tahun 98).

Pentingnya peleburan gerakan civitas akademika dan gerakan rakyat sulit untuk dipahami oleh aktivis mahasiswa karbitan macam Andre Rosiade memang.

Vivat Academia!
Viva el Pueblo!

 

Facebook Comments

News Feed