oleh

Sayed: Kubu Prabowo Ketakutan Melihat Rakyat dan Kaum Intelektual Bersatu

Sebarr.com, Jakarta – Anggota DPRD Riau, Sayed Junaidi Rizaldi angkat bicara terkait tudingan beberapa pihak di acara Deklarasi Alumni Universitas Indonesia (UI) terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut satu Jokowi-Ma’ruf Amin di Gelora Bung Karno kemarin.

Mantan Ketua Panitia Rembuk Nasional Aktifis 98 itu menilai, tudingan miring terhadap deklarasi Alumni UI kemarin merupakan sebuah kegalauan dan ketakutan dari pihak sebelah. Karena besarnya dukungan dari rakyat dan kaum intelektual tersebut merupakan sinyal kemenangan dari calon incumbent.

“Sekarang kan lagi dipolitisasi alumni UI yang di gelora Bung Karno (GBK) kemaren, seolah-olah ada yang bukan alumni. Kami melihat, ada yang galau dan takut ketika rakyat bersatu untuk memenangkan Jokowi. Ada yang resah ketika aktivis ulama habaib, jurnalis, pemuda dan lainnya bersatu untuk memenangkan Jokowi,” kata Sayed kepada wartawan di Jakarta Senin (14/01/2019).

Wasekjen DPP Hanura ini juga menegaskan, pola-pola seperti itu sering dilakukan oleh pihak seberang, yang sama persis dengan cara-cara orde lama yang menggunakan metode licik dalam bersaing.

“Ini pola-pola yang sering mereka lakukan dan sekarang mereka ingin kembali lagi. Inilah yang mau kita tolak. Ini cara Orde Baru memecah kita, kalau garis dengan masyarakat terpisah maka mereka akan mudah mengadu domba. Mereka takut garis rakyat, aktivis dan lainnya tersebut bersatu,” ujarnya.

Sayed menegaskan, pihak lainnya yang berseberangan dengan Jokowi hampir setiap hari berupaya menjelek-jelekkan pemerintahan, dan melakukan kebohongan-kebohongan.

“Sebenarnya apa kemauan mereka, apakah mereka mau pecahkan semua karena mau meneruskan sistem Orba dulu,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Sayed mencontohkan, pada saat kegiatan rembuk nasional sebelumnya, dimana ia menjadi ketua panitia pada saat itu juga terjadi tudingan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Padahal dikatakan Sayed kegiatan rembuk nasional tersebut tidak bisa dipisahkan dari rakyat.

“Rembuk nasional tak bisa dipisahkan rakyat, pemuda dan aktifis. Itu merupakan satu kesatuan sejak dulunya,” tegasnya.

Namun demikian, masyarakat masih banyak yang berpikir jernih, dan tidak terkontaminasi dengan cara-cara yang dilakukan pihak sebelah tersebut.

“Selama ini Orba telah mencincang-cincang cara berpikir kita. Untungnya masih banyak masyarakat yang masih berpikir jernih. Kita minta agar pihak sebelah fair saja. Jangan sedikit-sedikit main ancam,” ujar anak jati Melayu Riau pesisir ini .

Sebelumnya, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) mendukung semua alumni yang menjadi pendukung, relawan atau tim sukses kedua paslon Pilpres 2019, baik itu pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan itu diberikan untuk menyukseskan Pemilu 2019 dan demi demokrasi yang jujur, adil dan bermartabat.

“Asalkan tidak menggunakan nama institusi Iluni UI serta sesuai Statuta UI,” ujar Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Arief Budhi Hardono, Senin (14/1/2019).

“Berita tentang adanya somasi Iluni UI yang beredar di media massa dan media sosial sesungguhnya adalah somasi ILUNI UI pada tanggal 12 Desember 2018, serta sekaligus menyampaikan posisi netral Iluni UI dalam tahun politik 2019,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, somasi Iluni UI tersebut tidak terkait dengan acara deklarasi alumni UI untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Sabtu (12/1) lalu. Ia menerangkan, hal itu karena deklarasi tersebut tidak menggunakan nama Iluni UI, tetapi atas nama alumni UI.

“Alumni UI memiliki hak Demokrasi atau hak untuk berkontestasi dan memilih dalam pemilu sesuai konstitusi,” tandasnya.

News Feed