oleh

Dua Komisioner KPU Dicecar 20 Pertanyaan Terkait Tidak Meloloskan OSO ke DCT

Sebarr.coom, Jakarta – Polda Metro Jaya telah rampung memeriksa Ketua KPU Arief Budiman dan komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi terkait laporan dari pihak Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Dua Komisioner KPU tersebut dicecar 20 pertanyaan terkait sikap KPU kepada OSO.

“20 pertanyaan seputar alasan-alasan kenapa KPU mengambil sikap yang sudah kita lakukan selama ini, kronologinya bagaimana, ya itulah kronologi lalu alasan-alasan itulah yang ditanyakan,” ungkap Pramono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Pramono menjelaskan, dirinya dan Arief sama-sama dicecar pertanyaan serupa dan berjumlah 20 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu hanya untuk mengklarifikasi sikap KPU selama ini terkait laporan OSO.

“Ya kenapa KPU mengambil sikap itu ya kita jelaskan sebagaimana argumen-argumen kita jelaskan. KPU dalam menjalankan tahapan-tahapan Pemilu itu berdasarkan pada sumber-sumber hukum yang selama ini kita yakini dan sumber hukum paling tinggi konstitusi,” beber Pramono.

KPU-pun, sambung Pramono, sebenarnya sudah memberikan dua kali kesempatan kepada OSO agar namanya dapat masuk ke dalam daftar calon tetap (DCT).

“Jadi kita memberikan kesempatan dua kali setelah penetapan DCT tanggal 20 September, kita dua kali memberikan kesempatan pada Desember dan Januari itu bagian dari kita menjalankan keputusan MA, PTUN, dan putusan Bawaslu,” ujar Pramono.

Dia mengatakan siap memberikan keterangan jika dipanggil kembali. Namun Pramono belum tahu apakah akan ada panggilan lanjutan.

Pada pemeriksaan Selasa (291/2019), Pramono mengaku sudah tiba pada pukul 14.00 WIB. Sementara Arief tiba di Polda Metro Jaya pukul 16.00 WIB. Keduanya selesai jalani pemeriksaan sekitar pukul 23.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, KPU dilaporkan pihak OSO ke Polda Metro Jaya pada Rabu (16/1) dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/334/1/2019/PMJ/Dit. Reskrimum dengan pihak terlapor Ketua KPU Arief Budiman beserta komisioner lainnya, yakni Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra, dan Pramono Ubaid. OSO melaporkan KPU dengan tuduhan tidak melaksanakan perintah UU/putusan PTUN dan Bawaslu dengan Pasal 421 KUHP juncto Pasal 216 ayat (1).

Facebook Comments