oleh

Kasihan, Alumni UBK Tak Bisa Ambil Ijazah Karena Tak Bayar Denda Keterlambatan

Sebarr.com, Jakarta – Indah Setiani, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bung Karno, mengungkapkan keresahaannya terkait dengan tertahannya ijazah akibat tak sanggup membayar denda keterlambatan. Padahal, Indah merasa tak memiliki tunggakan biaya apapun.

“Pihak kampus UBK menetapkan keputusan dalam rangka penertiban, bahwa mahasiswa yang terlambat mengambil ijazah dikenakan denda pemeliharaan sebesar Rp750 ribu. Saya-pun kaget, kok ada biaya denda keterlambatan pengambilan ijazah,” ujar Indah melalui pesan singkatnya, Senin (4/2/2019).

Ia sangat menyesalkan peraturan yang ditandatangani oleh Rektor tersebut, karena tidak ada sosialisasi atau pengumuman sebelumnya.

“Padahal kan kampus lengkap alat komunikasinya, seperti website, lembaga pers kampus, forum alumni dan media sosial,” beber Indah.

Indah juga menambahkan, sebelumnya tidak ada pengumuman batas waktu pengambilan ijazah, ia merasa terjebak dengan peraturan itu, “sejujurnya kebijakan seperti ini saya merasakan seperti kuliah di Pegadaian, mungkin pegadaian masih lebih fair karena menjelaskan kebijakan diawal, kampus saya? seperti bermain jebakan batman, memanfaatkan kelalaian demi keuntungan,” ujarnya.

Indah-pun mengungkapkan, banyak juga teman alumninya mengeluhkan kebijakan yang sama, namun kata Indah mereka bingung harus berbuat apa, dan terpaksa mengambil ijazah dengan uang tebusan sebesar itu, padahal teman-temannya dengan susah payah mencari uang.

Menutup keterangannya, Indah juga sudah bermohon untuk diberikan keringan agar memberikan ijazahnya dengan cara menyurat ke pihak Rektorat yang ditembuskan juga ke Yayasan Pendidikan Soekarno pimpinan Rahmawati Soekarnoputri.

Facebook Comments

News Feed